TAPUT | MIMBARRAKYAT.CO.ID – Warga Desa Hutatoruan VIII, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Makmur Lubis yang sebelumnya dilaporkan hilang di sekitar area perladangan telah ditemukan dalam keadaan selamat, Minggu (6/9/2026) kemarin.
Hal itu dijelaskan Kepala Bagian Tata Usaha BBKSDA SU, Andar Abdi Saragih SPd MSi dalam siaran persnya yang diterima awak media ini, Kamis (10/9/2026).
Laporan mengenai hilangnya Makmur Lubis diterima oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara melalui Resor Konservasi Cagar Alam (CA) Dolok Saut, Sabtu (5/9/2026) berdasarkan informasi dari BPD Desa Hutatoruan VIII dan Polsek Sipoholon.
”Berdasarkan informasi yang diterima BBKSDA Sumatera Utara, Makmur Lubis berangkat menuju ladangnya di Aek Nasia, Desa Hutatoruan VIII pada, Kamis (3 /9/2026) sekitar pukul 07.30 WIB, “terangnya.
Namun, hingga keesokan harinya, Makmur Lubis tidak kembali ke rumah maupun ke perkampungan. Dalam perkembangan informasi di lapangan, diketahui bahwa pada, Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB, Maju Lubis yang memiliki ladang berdekatan dengan ladang Makmur Lubis, sempat mendengar suara yang menyerupai auman dari arah seberang ladangnya.
Informasi tersebut kemudian menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam proses pencarian, terutama setelah ditemukan sejumlah tanda yang diduga berkaitan dengan keberadaan satwa liar di sekitar areal perladangan.
Upaya pencarian terhadap Makmur Lubis dilakukan oleh warga pada, Jumat (4/9/2026) mulai sekitar pukul 19.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB. Namun, pencarian tersebut belum berhasil menemukan keberadaan Makmur Lubis.
Pencarian kemudian dilanjutkan pada Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 07.00 WIB, dengan melibatkan warga dan didampingi pihak kepolisian. Dalam pencarian tersebut, ditemukan sejumlah barang milik Makmur Lubis di sekitar ladangnya, yaitu parang, tongkat kayu, sandal, serta tempat nasi atau bontot.
Tidak jauh dari lokasi ditemukannya barang-barang tersebut, warga juga menemukan bekas cakaran pada batang pohon yang diduga merupakan tanda keberadaan satwa liar.
Temuan ini menjadi perhatian dalam proses pencarian, mengingat sebelumnya ada keterangan mengenai suara yang menyerupai auman di sekitar areal perladangan.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Sabtu (5/9/2026), Tim BBKSDA Sumatera Utara (Sumut) melalui Resor CA Dolok Saut bersama mitra Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) , Camat Tarutung, Polsek Sipoholon, Kalaksa BPBD Kabupaten Tapanuli Utara, perangkat Desa Hutatoruan VIII, serta masyarakat melakukan pengecekan dan penyisiran di sekitar lokasi.
Berdasarkan hasil identifikasi awal di lapangan, tim menemukan bekas cakaran pada batang pohon yang secara karateristik diduga merupakan bekas cakaran beruang, yang dalam bahasa Toba disebut Gopul.
Bekas cakaran tersebut memiliki ukuran lebar kurang lebih 7 cm dan panjang kurang lebih 5 cm. Bekas cakaran ditemukan di dua lokasi, masing-masing berada pada ketinggian sekitar 50 cm dan 200 cm dari permukaan tanah.
Setelah melakukan identifikasi dan penyisiran di sekitar lokasi, Tim BBKSDA Sumatera Utara kemudian berkoordinasi dengan Camat Tarutung dan Kapolsek Sipoholon.
Dalam koordinasi tersebut, BBKSDA Sumatera Utara diminta untuk membantu pendampingan pencarian Makmur Lubis pada, Minggu (6/9/ 2026).
Pada, Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 09.20 WIB, Tim BBKSDA Sumatera Utara bersama YEL tiba kembali di Desa Hutatoruan VIII untuk melakukan pendampingan pencarian.
Namun, setibanya di lokasi, masyarakat menyampaikan bahwa Makmur Lubis telah ditemukan oleh kelompok pencarian pertama sekitar pukul 08.16 WIB dalam keadaan selamat.
Setelah ditemukan, Makmur Lubis memberikan keterangan mengenai pengalamannya selama berada di lokasi, dirinya tidak melihat ataupun bertemu dengan satwa liar yang diduga beruang (Gopul).
Berdasarkan hasil pencarian, identifikasi lapangan, serta keterangan Makmur Lubis setelah ditemukan, tidak ditemukan bukti adanya serangan maupun interaksi antara Makmur Lubis dengan satwa liar.
Dengan demikian, kejadian tersebut tidak menunjukkan adanya interaksi negatif antara manusia dan satwa liar. Meski demikian, BBKSDA Sumatera Utara menghimbau masyarakat yang melakukan aktivitas di sekitar areal perladangan maupun kawasan yang berdekatan dengan dengan habitat satwa liar agar tetap meningkatkan kewaspadaan.
Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda keberadaan satwa liar di sekitar lokasi aktivitas masyarakat.
BBKSDA Sumatera Utara menyampaikan apresiasi kepada warga Desa Hutatoruan VIII, pemerintah kecamatan dan desa, Polsek Sipoholon, BPBD Kabupaten Tapanuli Utara, YEL, serta seluruh pihak yang telah bersama-sama mendukung proses pencarian hingga Makmur Lubis berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. (rel)

