KUALA LUMPUR | MIMBARRAKYAT.CO.ID – ZTE Corporation, penyedia solusi teknologi informasi dan komunikasi terintegrasi terkemuka di dunia secara resmi menggelar ZTE Global Summit & User Congress ke-15 dengan tema “Architecting Infinity – From Connectivity to Digital Value”, Rabu (9/9/2026).

Untuk pertama kalinya, acara ini diselenggarakan bersamaan dengan GSMA M360 ASEAN, menjadikannya forum tahunan internasional terbesar yang diselenggarakan ZTE di luar negeri.

Acara ini dihadiri lebih dari 500 peserta terpilih, termasuk pejabat pemerintah, pemimpin industri TIK, para pemimpin operator telekomunikasi, perusahaan berbasis inovasi, dan mitra ekosistem industri.

Para peserta berdiskusi mengenai evolusi jaringan masa depan, integrasi AI dan inovasi digital, serta pertumbuhan ekonomi digital regional.

YB Dato’ Seri Fahmi Fadzil, Menteri Komunikasi Malaysia menekankan bahwa fase digital berikutnya di Malaysia harus melampaui pembangunan yang hanya berfokus pada konektivitas dan berpusat pada pembentukan nilai nyata melalui layanan publik yang lebih baik, bisnis yang lebih kuat, serta peluang yang lebih besar bagi masyarakat Malaysia.

Baca Juga:  Jelang Lebaran, Maybank Indonesia Imbau Waspada Penipuan Digital

Ia juga mengajak mitra teknologi global untuk tidak hanya menjual teknologi ke Malaysia, tetapi turut membangun bersama Malaysia, melalui pengembangan talenta lokal, penguatan kapabilitas nasional, dan inovasi yang dapat melayani pasar ASEAN yang lebih luas.

YB Gobind Singh Deo, Menteri Digital Malaysia mengatakan, Fase berikutnya dari daya saing digital Malaysia bergantung pada kemampuan menerjemahkan kecerdasan buatan menjadi nilai ekonomi dan sosial yang nyata, meningkatkan produktivitas, memperbaiki layanan publik, dan membuka peluang bernilai lebih tinggi bagi masyarakat.

Baca Juga:  Berinvestasi Dengan Prinsip Syariah

Untuk menjadi AI Nation pada 2030, kita harus melampaui pembangunan infrastruktur dan berfokus pada pengembangan talenta lokal, tata kelola yang terpercaya, serta pemberdayaan inovator lokal untuk menciptakan solusi berskala global.

Sementara itu, Ouyang Yujing, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Rakyat Tiongkok untuk Malaysia menyampaikan bahwa konektivitas mendefinisikan era saat ini, sementara inovasi membuka jalan untuk masa depan.

Menurutnya, AI tengah membuka jalan menuju era baru pertumbuhan dan kesejahteraan, dan Tiongkok siap bekerja sama dengan mitra global untuk memperkuat kolaborasi teknologi, mendorong sinergi lintas industri, menyusun standar bersama, serta memperkuat tata kelola melalui kolaborasi.

Xie Junshi, Executive Vice President dan Chief Operating Officer ZTE menyampaikan pidato utama sebagai perwakilan penyelenggara. Ia mengatakan di seluruh dunia, konektivitas dan komputasi semakin terintegrasi.

Baca Juga:  Bupati Dorong Koperasi Deli Serdang Bertransformasi Digital dan Adaptif

Ini merupakan tren utama industri. Adopsi 5G secara global terus berkembang dengan pertumbuhan yang stabil, sementara AI telah menjadi pendorong utama pertumbuhan industri.

“Setiap pasar berkembang dengan kecepatan yang berbeda, namun kita memiliki satu arah yang jelas,dari membangun daya komputasi hingga mengoptimalkan pemanfaatannya pemanfaatannya, “ungkapnya.

Dengan latar belakang tersebut, ZTE telah mengembangkan strategi menuju Connectivity plus Computing.

“Kami memandang AI sebagai otak, infrastruktur komunikasi sebagai sistem saraf, dan terminal sebagai penghubung. Ketika ketiga elemen ini terintegrasi, ketiganya akan membentuk kembali cara masyarakat beraktivitas dan menjalani kehidupan sehari-hari. Teknologi dasar yang kuat menjadi fondasi kami untuk melangkah menuju masa depan,”sebutnya. (Rel)