MEDAN | MIMBARRAKYAT.CO.ID – Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen, menerima kunjungan Parliament Tour dari mahasiswa Universitas Dharmawangsa (Undhar) di gedung dewan.
Kunjungan edukatif ini dimanfaatkan untuk mengenalkan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) lembaga legislatif kepada generasi muda.
Didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Medan Rajudin Sagala, Wakil Ketua DPRD Medan Zulkarnaen, serta Anggota Komisi III DPRD Medan, Agus Setiawan. Wong menjelaskan bahwa DPRD Medan merupakan “rumah rakyat” tempat para wakil rakyat menjalankan tugasnya sehari-hari, mulai dari rapat Badan Anggaran (Banggar) hingga pembahasan peraturan daerah.
”Kami di DPRD mempunyai tiga tupoksi utama: pertama pembahasan anggaran melalui Banggar untuk kesejahteraan masyarakat Kota Medan, kedua pembentukan peraturan daerah (Perda), dan ketiga fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan mulai dari tingkat kota, kecamatan, kelurahan, hingga kepala lingkungan,” ujar Wong di hadapan puluhan mahasiswa.
Selain itu, Wong mengimbau para mahasiswa agar memanfaatkan masa reses dewan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung di 21 kecamatan di daerah pemilihan (Dapil) masing-masing anggota dewan.
”Silakan hadir saat reses untuk menyampaikan keluhan seperti jalan rusak, banjir, atau masalah sampah. Tidak perlu sampai melakukan aksi demo, karena aspirasi di reses akan langsung ditampung dan dikoordinasikan dengan dinas terkait,” tegasnya.
Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen menyatakan akan meneruskan persoalan dampak lingkungan tersebut ke Komisi IV untuk ditinjau langsung ke lapangan.
”Kami pernah mengusulkan pembangunan tanggul atau peninggian benteng untuk menahan air laut pasang, namun terkendala anggaran besar. Masalah ini akan menjadi perhatian serius dan sering kami bahas dalam rapat DPRD,” jawab Wong.
Terkait maraknya peredaran narkoba dan kejahatan jalanan di kawasan Medan Utara, pimpinan dewan memastikan pihak kepolisian bersama TNI terus meningkatkan patroli serta koordinasi lintas instansi untuk menekan angka kriminalitas.
Sementara itu Wakil Ketua DPRD Medan, Zulkarnaen menjelaskan bahwa antrean tersebut sempat terjadi akibat kendala distribusi dari PT Pertamina Depot Belawan serta penyesuaian rantai pasok. Namun, berkat koordinasi cepat dengan pihak terkait dan pengamanan distribusi, situasi berangsur normal.
Zulkarnaen juga berpesan agar mahasiswa senantiasa menganalisis informasi secara objektif dan tidak mudah terprovokasi oleh isu sepihak.

