SECANGGANG | MIMBARRAKYAT.CO.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kelompok 9 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar kegiatan diskusi literasi digital bertajuk “Bijak Bersosial Media” bersama masyarakat Desa Secanggang, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (5/9/2026) di Aula Kantor Desa Secanggang.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pengabdian mahasiswa dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap penggunaan teknologi informasi secara cerdas dan bertanggung jawab.

Kegiatan yang melibatkan 13 mahasiswa KKN Tematik Kelompok 9 UMSU tersebut menghadirkan Yulhasni, yang juga merupakan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), sebagai narasumber.

Peserta kegiatan merupakan kaum ibu Desa Secanggang yang tergabung dalam perwiridan Al Hidayah Desa Sicanggang.Puluhan kaum ibu tampak antusias mengikuti diskusi tersebut.

Mereka mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai cara menggunakan media sosial secara lebih bijak, terutama dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di ruang digital.

Baca Juga:  Wabup Pulau Taliabu Menekankan Pentingnya Digitalisasi Perencanaan Agar Prioritas Desa Tepat Sasaran

Dalam pemaparannya, Yulhasni menyampaikan bahwa kaum ibu memiliki peran penting sebagai benteng utama dalam membangun budaya bermedia sosial yang sehat di lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Kaum ibu menjadi benteng utama soal bijak bersosial media. Saring sebelum sharing, dan harus hati-hati dalam menggunakan media sosial,” ujar Yulhasni.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital memberikan banyak manfaat, namun juga menghadirkan berbagai tantangan, salah satunya penyebaran informasi palsu atau hoaks.

Masyarakat perlu memiliki kemampuan literasi digital agar tidak mudah percaya dan ikut menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya.

Ia menjelaskan bahwa hoaks dapat menimbulkan dampak negatif, mulai dari kesalahpahaman antarindividu, konflik sosial, hingga kerugian bagi pihak tertentu.

Karena itu, masyarakat perlu membiasakan diri melakukan verifikasi informasi sebelum membagikannya kepada orang lain.

Baca Juga:  PHR Zona 1 Jaga Operasi Produksi Tetap Aman dan Andal di Momen Lebaran

“Jangan langsung percaya terhadap informasi yang diterima. Periksa sumbernya, lihat kebenarannya, dan jangan ikut menyebarkan sesuatu yang belum jelas. Setiap pengguna media sosial memiliki tanggung jawab terhadap informasi yang dibagikan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Kelompok 9 KKN Tematik UMSU, Azis Ashari Anwar Hasibuan mengatakan bahwa kehadiran mahasiswa di Desa Secanggang merupakan bagian dari pelaksanaan program KKN Tematik yang berfokus pada penguatan literasi masyarakat.

Ia menjelaskan, program yang dilaksanakan tidak hanya berkaitan dengan literasi digital, tetapi juga mencakup berbagai kegiatan penguatan budaya membaca dan pemberdayaan masyarakat desa.

“Dalam konteks KKN Tematik ini, kami hadir untuk mendukung peningkatan literasi masyarakat Desa Sicanggang melalui beberapa program, mulai dari optimalisasi buku, penguatan kapasitas pengelola perpustakaan desa dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM), hingga menjadikan perpustakaan sebagai pusat kegiatan belajar dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Azis.

Baca Juga:  Pelaksanaan MBG di Deli Serdang Aman, Belum Ada Laporan Keracunan Makanan

Selain itu, mahasiswa juga melakukan pengelolaan TBM melalui penataan ulang sarana dan tata kelola perpustakaan agar lebih nyaman digunakan masyarakat.

Program lainnya berupa aktivitas literasi anak, seperti membaca nyaring, mendongeng, serta pelatihan menulis bagi siswa sekolah dasar.

Azis menambahkan, literasi digital menjadi salah satu fokus penting dalam kegiatan tersebut karena masyarakat desa saat ini semakin dekat dengan perkembangan teknologi informasi.

“Melalui literasi digital, kami ingin masyarakat mampu memanfaatkan teknologi secara positif, memahami risiko di dunia digital, serta menggunakan media sosial sebagai sarana memperoleh informasi dan mengembangkan potensi diri,” katanya.

Kegiatan diskusi literasi digital tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Secanggang agar lebih kritis dalam menerima informasi, sekaligus menciptakan lingkungan digital yang sehat, aman, dan produktif. (rel)