TALIABU | MIMBARRAKYAT.CO.ID –

Menindaklanjuti arahan Ibu Bupati, Plt, Qomar Arief Madi, SP. Kepala Dinas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pulau Taliabu telah melakukan inventarisasi data kejadian kemunculan satwa liar dari berbagai desa, termasuk menghimpun dokumentasi foto, video, lokasi kejadian, waktu kejadian, serta informasi pendukung lainnya. Data tersebut akan menjadi bahan awal dalam proses koordinasi dan kajian ilmiah bersama instansi yang berwenang.
Di sisi lain, DLH juga telah membangun komunikasi awal dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup. Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu sedang menyiapkan penyampaian surat resmi beserta data pendukung sebagai bentuk permohonan arahan dan pendampingan ilmiah terhadap fenomena yang terjadi. Langkah ini merupakan upaya Pemerintah Daerah untuk memperoleh dasar ilmiah dalam merumuskan kebijakan dan langkah mitigasi ke depan.
Saat ini kami belum dapat menyimpulkan penyebab meningkatnya kemunculan satwa liar tersebut. Semua informasi yang berkembang di masyarakat akan dihimpun sebagai bahan awal, namun penentuan penyebab tetap memerlukan kajian ilmiah dari pihak yang memiliki kompetensi di bidang ekologi, konservasi, dan satwa liar.
Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan tindakan yang berisiko membahayakan diri sendiri, serta segera melaporkan apabila menemukan satwa liar di sekitar permukiman. Laporan masyarakat sangat penting karena akan membantu pemerintah dalam memetakan pola kejadian dan menjadi bagian dari bahan kajian ilmiah.
Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu berharap melalui sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, BRIN, Kementerian Lingkungan Hidup, BKSDA, pemerintah desa, dan masyarakat, fenomena ini dapat dipahami secara ilmiah sehingga langkah-langkah penanganan yang diambil nantinya benar-benar efektif, tepat, dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.


[25/6 11.08] Bumay Taliabu: Meningkatnya kemunculan ular piton dan buaya di sejumlah permukiman warga Kabupaten Pulau Taliabu dalam beberapa bulan terakhir mendorong pemerintah daerah mengambil langkah penanganan yang lebih komprehensif. Fenomena tersebut tidak lagi dipandang sebagai insiden satwa liar biasa, melainkan indikasi adanya perubahan pada keseimbangan ekosistem yang perlu ditangani melalui pendekatan ilmiah.