ISTANBUL | MIMBARRAKYAT.CO.ID – Semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap tanah air terasa kuat pada agenda silaturahmi Ketua Umum (Ketum) Partai NasDem, Surya Paloh bersama diaspora Indonesia di Istanbul, Turki baru-baru ini.

Bertempat di Menalo Hotel, Istanbul, kegiatan yang dihadiri sekitar 50 peserta tersebut menjadi wadah dialog antara tokoh nasional Indonesia dengan para pelajar, pekerja migran Indonesia (PMI), masyarakat Aceh, tokoh komunitas, pelaku usaha, serta warga negara Turki yang memiliki kedekatan dengan Indonesia.

Turut mendampingi Surya Paloh dalam kegiatan tersebut sejumlah anggota DPR RI dari Partai NasDem, di antaranya Prananda Surya Paloh, Felly Estelita Runtuwene, dan Ali Mazi, beserta rombongan lainnya yang tengah melakukan kunjungan kerja ke Turki.

Kegiatan ini juga tidak terlepas dari peran Faridawaty Darland Atjeh selaku Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Kalimantan Tengah, yang selama beberapa bulan terakhir aktif membangun jejaring persahabatan dan kemitraan strategis di Turki.

Beliau dikenal baik oleh diaspora Indonesia di Istanbul berkat dukungan dan keterlibatannya dalam berbagai kegiatan masyarakat Indonesia di Turki.

Melalui hubungan yang telah dibangun dengan berbagai unsur pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas lokal, serta diaspora Indonesia, beliau turut berperan dalam mempersiapkan dan menjembatani terselenggaranya pertemuan antara Surya Paloh dan masyarakat Indonesia di Istanbul.

Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan tersebut menjadi momentum penting bagi diaspora Indonesia untuk menyampaikan berbagai aspirasi secara langsung.

Di balik setiap cerita yang disampaikan, tersimpan semangat perjuangan anak-anak bangsa yang menempuh ribuan kilometer dari tanah air untuk belajar, bekerja, dan mengabdikan kemampuan terbaiknya di negeri orang.

Salah satu isu utama yang mengemuka adalah tantangan yang dihadapi pelajar Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan di luar negeri.

Sejumlah mahasiswa menyampaikan kegelisahan terkait masih terbatasnya peluang kerja bagi lulusan luar negeri ketika kembali ke Indonesia, meskipun mereka telah memiliki kompetensi, pengalaman internasional, serta jejaring global yang dapat menjadi modal penting bagi pembangunan bangsa.

Diaspora Indonesia juga berharap adanya perhatian yang lebih besar terhadap pengembangan karier lulusan Indonesia di luar negeri, baik melalui pembukaan akses lapangan pekerjaan di Indonesia maupun penciptaan peluang profesional di Turki melalui jejaring bisnis dan kerja sama internasional yang lebih luas.

Selain isu pendidikan dan ketenagakerjaan, berbagai aspirasi lain turut disampaikan, mulai dari penguatan perlindungan bagi warga negara Indonesia di luar negeri, pembentukan rumah singgah diaspora, dukungan terhadap kegiatan sosial dan kebudayaan diaspora, penyediaan ruang serbaguna sebagai pusat aktivitas organisasi dan komunitas Indonesia di Turki, hingga penguatan kesejahteraan dan pendampingan bagi PMI.

Aspirasi terkait kewarganegaraan ganda (dwi kewarganegaraan) juga menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian dari peserta, mengingat banyak diaspora menilai kebijakan tersebut dapat memperkuat hubungan diaspora dengan Indonesia sekaligus meningkatkan kontribusi mereka bagi bangsa.

Dalam dialog tersebut, Surya Paloh menegaskan bahwa diaspora Indonesia merupakan aset strategis bangsa yang memiliki peran penting dalam memperkuat posisi Indonesia di tingkat global.

Menurutnya, para pelajar, pekerja, dan masyarakat Indonesia di luar negeri adalah bagian dari kekuatan besar bangsa yang turut mengharumkan nama Indonesia sekaligus membangun kapasitas, pengalaman, dan jejaring internasional yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.

Bangsa ini tidak boleh kehilangan anak-anak terbaiknya. Para pelajar, pekerja, dan masyarakat Indonesia di Turki adalah bagian dari kekuatan besar bangsa yang sedang mengukir prestasi sekaligus membawa nama baik Indonesia di dunia internasional.

“Menjadi kewajiban bersama untuk membuka ruang, menghadirkan dukungan, dan memastikan bahwa setiap ilmu, pengalaman, serta pengorbanan yang diperoleh di luar negeri dapat kembali menjadi sumbangsih nyata bagi kemajuan Indonesia. Sebab kemajuan bangsa hanya dapat diwujudkan apabila seluruh putra-putri terbaiknya mendapatkan kesempatan untuk berkarya dan mengabdi,” ujar Surya Paloh.

Silaturahmi tersebut menjadi bukti bahwa semangat nasionalisme tidak mengenal batas geografis. Meski berada ribuan kilometer dari tanah air, para diaspora Indonesia tetap menjaga identitas, budaya, dan kecintaan mereka terhadap Indonesia.

Mereka hadir sebagai duta bangsa yang memperkenalkan nilai-nilai Indonesia kepada dunia sekaligus membangun jembatan persahabatan antara Indonesia dan Turki.

Partai NasDem menegaskan bahwa pertemuan ini tidak berhenti sebagai forum silaturahmi dan serap aspirasi semata. Berbagai masukan yang disampaikan oleh pelajar, pekerja migran, dan diaspora Indonesia di Turki akan menjadi perhatian untuk ditindaklanjuti melalui komunikasi dengan para pemangku kepentingan terkait.

Sejalan dengan semangat Gerakan Perubahan, aspirasi mengenai perluasan lapangan kerja bagi lulusan luar negeri, penguatan perlindungan WNI, dukungan terhadap kegiatan diaspora, pengembangan kerja sama Indonesia–Turki, serta berbagai gagasan yang memperkuat hubungan antara diaspora dan tanah air, termasuk aspirasi mengenai dwi kewarganegaraan, akan menjadi bagian dari diskursus yang terus didorong dan diperjuangkan.

Kehadiran Partai NasDem di tengah diaspora Indonesia tidak hanya menjadi simbol kepedulian, tetapi juga wujud komitmen untuk membuka peluang, menghadirkan solusi, dan memperkuat kontribusi anak bangsa bagi kemajuan Indonesia. (**)