JAKARTA| MIMBARRAKYAT.CO.ID – Di tengah percepatan transformasi digital global, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan pengembangan energi berkelanjutan menjadi dua aspek krusial dalam menjawab tantangan masa depan.

Menjawab isu tersebut, Acer melalui program Acer Smart School Academy berkolaborasi dengan PPI Dunia menyelenggarakan webinar bertajuk “Peran AI dan Pengembangan Energi dalam Memahami dan Mendukung Energi Berkelanjutan.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom, Sabtu (11/4/2026) kemarin ini diikuti oleh mahasiswa, akademisi, serta profesional dari berbagai latar belakang yang tertarik pada isu AI, energi, dan transformasi digital.

Webinar ini menghadirkan dua pembicara, yakni Zalfa Afifah Zahra, S.Tr.T. dan Moh. Wahyu Syafi’ul Mubarok, S.Si yang membagikan perspektif strategis terkait keterkaitan antara perkembangan teknologi dan tantangan keberlanjutan global.

Transisi Energi dan Peran TeknologiDalam pemaparannya, Wahyu menekankan bahwa isu energi dan lingkungan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

Kebutuhan energi global yang terus meningkat masih didominasi oleh sumber energi fosil, yang berkontribusi besar terhadap emisi gas rumah kaca dan perubahan iklim.

Kondisi ini mendorong pentingnya transisi menuju energi terbarukan sebagai solusi jangka panjang.

“Kebutuhan energi terus meningkat, namun masih didominasi oleh energi fosil yang menghasilkan emisi gas rumah kaca. Ini menjadi tantangan besar dalam upaya menekan perubahan iklim,” ujar Wahyu.

Ia menjelaskan bahwa transisi energi merupakan langkah strategis dari penggunaan energi konvensional seperti batu bara, minyak, dan gas bumi menuju sumber energi yang lebih bersih seperti tenaga surya, angin, air, biomassa, dan panas bumi.

Selain mampu menekan emisi karbon, energi terbarukan juga memiliki potensi besar dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi baru serta membuka lapangan kerja secara global.

Lebih lanjut, Wahyu juga menyoroti besarnya potensi energi terbarukan di Indonesia yang masih belum dimanfaatkan secara optimal.

Hal ini membuka peluang besar bagi generasi muda dan sektor industri untuk berkontribusi dalam pengembangan energi bersih di masa depan.

“Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang besar, namun pemanfaatannya masih belum optimal. Ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi kita semua,” tambahnya.

Salah satu poin penting yang mengemuka dalam diskusi adalah peran teknologi, khususnya AI, sebagai enabler dalam mendukung efisiensi dan optimalisasi sistem energi.

Teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk memprediksi kebutuhan energi, mengelola distribusi secara cerdas, hingga memantau emisi secara real-time.

Peran Generasi Muda dan Tantangan ke Depan

Di sisi lain, Zalfa menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menghadapi tantangan global tersebut.

Ia mengajak peserta untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi bagian dari solusi melalui pemanfaatan AI secara bijak dan bertanggung jawab.

“Generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga harus mampu menjadi bagian dari solusi, khususnya dalam pemanfaatan AI untuk mendukung keberlanjutan,” ungkap Zalfa.

Namun demikian, para pembicara juga menyoroti sejumlah tantangan dalam implementasi transisi energi, terutama terkait kesiapan sumber daya manusia dan kesenjangan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri.

Oleh karena itu, kolaborasi antara pelajar, pendidik, pemerintah, dan sektor industri menjadi kunci dalam membangun ekosistem energi yang inklusif dan berkelanjutan.

Selain itu, peserta juga diajak untuk memahami bahwa isu keberlanjutan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau institusi global, melainkan tanggung jawab bersama.

Permasalahan seperti perubahan iklim, polusi, dan krisis sumber daya alam membutuhkan kolaborasi lintas negara serta aksi nyata dari individu melalui gaya hidup yang lebih berkelanjutan.

Mendorong Kolaborasi untuk Masa Depan Berkelanjutan

Melalui webinar ini, Acer Smart School Academy kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan literasi digital dan kesadaran akan isu global di kalangan generasi muda.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah inspiratif yang mendorong lahirnya inovasi serta kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di masa depan.

“Kolaborasi menjadi kunci dalam membangun ekosistem energi yang berkelanjutan. Semua pihak memiliki peran penting dalam mewujudkannya,” tutup diskusi dalam webinar tersebut. (***)