MEDAN | MIMBARRAKYAT.CO.ID – Sungguh apes nasib ketiga mahasiswa di salahsatu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) ini
Pasalnya, ketiganya yang baru saja pulang nongkrong di Warung Kopi (Warkop) di Jalan William Iskandar, Kota Medan, Provinsi Sumut malah dibegal dengan modus diteriaki begal oleh para pelaku.
Bukan saja sepeda motor Honda Beat berplat BL 4267 FAL milik korban yang lewong dibawa kabur oleh para pelaku, bahkan salahsatu dari korban yang bernama Zaki juga mengalami luka tikaman.
Kini kasus pembegalan dengan modus teriak begal ditelaah dilaporkan korban ke Polsek Medan Tembung, Minggu (15/6/2025).
Berdasarkan informasi yang diperoleh, kasus pembegalan yang menimpa 3 mahasiswa yakni Zaki, Gabriel dan Wasito ini berawal dari ketiganya hendak pulang.
Namun ketiganya malah dihadang oleh beberapa pengendara sepeda motor yang meneriaki mereka begal. Karena ketakutan, Gabriel yang bertindak sebagai pengemudi langsung tancap gas menuju ke arah kos-kosan mereka.
“Kami baru selesai makan. Pas kami mau pulang, tiba-tiba ramai orang dekat lampu merah. Rupanya komplotan orang itu. Kami dituduh begal, mereka bawa pisau kecil,” ucapnya, Minggu (15/6/2025).
Aksi kejar-kejaran sempat terjadi hingga ke Jalan Belat, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung. Di sana, kawanan pelaku yang mengejar tinggal dua orang dengan satu sepeda motor.
Ketiganya diserempet pelaku hingga terjungkal ke aspal.”Di situ kami jatuh, aku sama si Warsito langsung kabur. Si Zaki itu mau pertahankan sepeda motornya. Di situ lah dia ditikam oleh pelaku,” tuturnya.
Dilanjutkannya, saat insiden itu terjadi, ketiganya berteriak untuk meminta tolong warga. Namun tak satupun warga yang mau menolong. Padahal, kata Gabriel insiden penikaman dan pembegalan itu terjadi di kerumunan rumah warga.
Akibatnya, Gabriel dan Warsito mendapat luka ringan akibat terjatuh dari sepeda motor. Sementara Zaki mengalami luka tikaman di punggung dan satu tusukan di tangan. (Sarwo)

