MEDAN | MIMBARRAKYAT.CO.ID – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan merasa optimis akan menjadikan kabupaten yang dipimpinnya itu akan mampu swasembada ikan.

“Saya yakin dalam waktu setahun, Kabupaten Tapsel akan mampu swasembada ikan, sehingga kita tidak perlu lagi beli ikan dari Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), “ungkap Gus Irawan saat menjadi narasumber pada Diskusi Publik dan Buka Puasa Bareng yang digelar IKA MSP FISIP USU di Aula FISIP USU Jalan Dr Mansyur, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (22/03/2025) malam.

Pada kesempatan itu Gus Irawan juga mengatakan bahwa anggaran yang paling banyak sejauh ini justru ke internal dan bukan ke pembangunan.

Sebagai contoh adalah pemberdayaan PPPK di bidang kesehatan di wilayahnya. Hal ini menurutnya tidak masuk akal saat dirinya mengunjungi beberapa puskesmas di satu kecamatan di mana ada 145 orang petugas yang pada hari itu cuma melayani 18 orang pasien, terdiri dari 14 orang pasien BPJS dan 4 orang pasien non-BPJS.

Baca Juga:  Bupati - Wabup Resmikan Kantor Damkar Deli Serdang

“145 orang melayani pasien 18 orang, kalau mereka semua disuruh duduk nggak cukup kursi untuk mereka duduk itu, “ujar Gus Irawan.

Menurutnya, itulah penyebab anggaran belanja pembangunan jauh berkurang. Saat ini menurut Gus Irawan ada 3.700 orang PPPK yang menumpuk di berbagai puskesmas disana (Tapanuli Selatan), sedangkan bidan desa tidak ada lagi.

Dan para PPPK itu tidak dapat di pindahkan ke posisi lain karena itu melanggar aturan birokrasi, dimana mereka terdaftar pada posisi mereka sekarang yang tidak dapat di pindahkan ke posisi lain.

Baca Juga:  BNNP Sumut Sita 216 Ribu Gram Ganja Siap Edar dan 1792 Gram Sabu, DPR RI Serukan Ganyang Bandar Narkoba

Dan menurut Gus Irawan hal ini harus di sikapi dengan cepat demi efisiensi anggaran. Begitupun Gus Irawan akan mencoba juga untuk menilik kembali anggaran-anggaran di bidang lain di bawah kendalinya untuk di alokasikan ke dana pembangunan.

Selain itu Gus Irawan meminta kepada bapak Sugiat Santoso agar di sampaikan ke pusat untuk menyediakan tanah lebih kurang lima hektar demi membangun rumah sakit.

Karena menurut Gus Irawan hingga saat ini belum ada rumah sakit yang standar di sana. “Bayangkan kalau ada orang (pasien) dirujuk dari sana ke Medan, bisa-bisa sebelum sampai ke Medan udah lewat, “ujarnya.

Baca Juga:  Bobby Nasution Apresiasi SMA Negeri 1 Matauli Pandan Jadi Sekolah Negeri Pertama di Indonesia Raih Otorisasi IB Diploma Programme

Sementara itu Ketua Umum IKA MSP FISIP USU, H Sugiat Santoso menekankan bahwa program Presiden Prabowo Subianto memiliki dampak besar bagi masyarakat.

Karena itu, perlu kajian yang lebih mendalam terkait urgensi penetapan Asta Cita tersebut. “Penetapan ini perlu dikaji lebih lanjut agar transparan dan sesuai dengan kepentingan publik,” kata Sugiat Santoso yang juga Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Gerindra.

Perlu diketahui, Diskusi ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor II USU, Prof Dr Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan dan menghadirkan 2 narasumber masing-masing Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan dan Bupati Tapsel, H Gus Irawan Pasaribu SE AK MM CA yang dipandu moderator Dadang Darmawan Pasaribu S.Sos M.Si. (sarwo)