JAKARTA | MIMBARRAKYAT.CO.ID – Erupsi Gunung Anak Krakatau yang memicu sebaran abu vulkanik kini mengancam kualitas udara di berbagai wilayah, termasuk Banten dan Jabodetabek.

Data pemantauan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan IQAir mencatat kualitas udara masuk kategori Tidak Sehat akibat lonjakan partikulat halus seperti PM2.5, PM10, hingga gas Sulfur Dioksida (SO2).

Kondisi ini membahayakan kesehatan pernapasan masyarakat, terutama kelompok rentan. Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sekitar 3,3 juta lansia berisiko tinggi mengalami gangguan kesehatan akibat paparan partikel silika tajam dari abu vulkanik.

Menanggapi krisis kualitas udara ini, langkah penanganan dari tingkat rumah tangga menjadi krusial. Xiaomi Indonesia menghadirkan solusi tanggap darurat melalui Mijia Smart Air Purifier 6 Plus, perangkat pemurni udara pintar bertenaga tinggi yang dirancang khusus untuk menjaga sirkulasi udara di dalam rumah tetap steril dan aman dari paparan debu vulkanik maupun polutan berbahaya. 

“Dalam situasi darurat kesehatan lingkungan seperti erupsi Anak Krakatau saat ini, mengambil keputusan cepat untuk penanganan sebelum kondisinya makin parah dan terlambat adalah kunci utama dalam melindungi keluarga tercinta. Sejalan dengan semangat Xiaomi, yakni ‘Live Right Live Smart’, kami ingin memastikan bahwa inovasi teknologi cerdas yang kami hadirkan dapat secara nyata dan instan memberikan kualitas hidup yang lebih aman dan sehat,” ujar Andi Renreng, Marketing Director Xiaomi Indonesia dalam siaran persnya yang diterima awak media ini, Kamis (10/9/2026).

Baca Juga:  Maybank Indonesia Perkuat Peran dalam Pengembangan Industri Pasar Modal Syariah Nasional

Menghadapi kondisi kualitas udara yang tidak menentu, langkah-langkah preventif menjadi krusial.

Berikut adalah panduan sederhana untuk melindungi diri dan rumah Anda dari bahaya partikel abu vulkanik :

Gunakan Masker Pelindung Saat Beraktivitas

Abu vulkanik mengandung partikel berukuran mikro yang dapat dengan mudah menyusup ke saluran pernapasan. Sangat disarankan untuk menggunakan masker berstandar N95 atau sejenisnya ketika terpaksa harus keluar rumah. Masker ini dirancang khusus untuk menyaring debu vulkanik yang sangat halus agar tidak terhirup dan memicu infeksi pernapasan akut.

Lindungi Mata dan Permukaan Kulit

Mata dan kulit sangat rentan terhadap iritasi abu vulkanik yang memiliki sifat abrasif dan asam. Untuk meminimalisasi paparan, gunakan kacamata pelindung (bukan lensa kontak) guna mencegah debu masuk ke mata. Selain itu, kenakan pakaian berlengan panjang serta celana panjang untuk melindungi kulit dari risiko gatal maupun peradangan.

Baca Juga:  Bupati Minta Arahan Pusat Percepat Pembangunan Deli Serdang

Basahi Area Terdampak Sebelum Dibersihkan

Membersihkan abu vulkanik membutuhkan kehati-hatian ekstra. Jika abu menumpuk di atap, halaman, atau teras rumah, hindari menyapunya dalam kondisi kering. Semprotkan sedikit air terlebih dahulu untuk meredam partikel abu. Langkah ini sangat penting agar debu tidak berterbangan ke udara dan terhirup kembali oleh anggota keluarga atau masuk ke dalam rumah.

Jaga Sirkulasi Udara Dalam Ruangan Tetap Bersih dan Steril

Pertahanan terbaik adalah dengan memastikan rumah Anda tertutup rapat. Segera tutup pintu, jendela, dan ventilasi udara untuk memutus akses masuknya abu vulkanik.

Selanjutnya, optimalkan penjernihan udara di dalam ruangan menggunakan perangkat berteknologi tinggi seperti Mijia Smart Air Purifier 6 Plus. Perangkat ini tidak sekadar membersihkan debu, melainkan investasi proteksi pernapasan agar udara yang dihirup tetap murni di saat kondisi luar ruangan sedang sangat tidak bersahabat.

Untuk mendukung langkah perlindungan menyeluruh ini, Xiaomi Indonesia merilis lini AIoT (Artificial Intelligence of Things) terbaru, yakni Mijia Smart Air Purifier 6 Plus.

Air purifier ini didesain sebagai solusi definitif dengan performa tingkat tinggi. Mampu melakukan purifikasi udara dengan cepat di ruangan besar hingga 91 meter persegi, memastikan sirkulasi udara bersih menjangkau setiap sudut rumah.

Baca Juga:  Dari Malang Untuk Tanah Kelahiran Flores, Mahasiswa Nagekeo Galang Kepedulian Bagi Korban Gempa

Dilengkapi dengan sistem 5-Layer Filtration, perangkat ini tak hanya menyaring debu kasar, tetapi juga efektif menghilangkan alergen (bersertifikat SGS).

Sistem filtrasi mutakhirnya secara krusial menyaring partikulat mematikan seperti PM2.5 dan silika tajam vulkanik. Perlindungan ini semakin disempurnakan dengan kehadiran High-Efficiency UVC Protection yang secara aktif mengeliminasi bakteri dan virus berbahaya di udara.

Terlebih, pemantauan kualitas udara (Smart Air Quality Monitoring) dapat dilakukan secara real-time dan seamless melalui aplikasi Xiaomi Home.

Menjawab kebutuhan mendesak masyarakat saat ini, peluncuran perdana (First Sale) Mijia Smart Air Purifier 6 Plus akan dimulai pada 9 September 2026.

Produk ini ditawarkan dengan harga promo Rp5.499.000 (dari harga normal Rp5.899.000) yang berlaku selama periode 9 September hingga 10 Oktober 2026.

Perangkat pintar pelindung kesehatan keluarga ini sudah dapat dibeli secara online melalui Mi.com, Tokopedia, Shopee, TikTok Shop, Blibli, dan Lazada, serta tersedia secara offline di seluruh jaringan Xiaomi Store. (Rel)