ACEH TIMUR | MIMBARRAKYAT.CO.ID – Dalam rangka Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 tahun 2026  penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki pada 15 Agustus 2005, Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si mengimbau seluruh camat dan keuchik di Kabupaten Aceh Timur untuk mengajak masyarakat melaksanakan doa bersama dalam rangka memperingati Hari Damai Aceh.

Doa bersama tersebut diharapkan dapat dilaksanakan di masjid, meunasah maupun surau yang ada di masing-masing wilayah sebagai bentuk rasa syukur atas perdamaian yang telah terwujud di Aceh.

Baca Juga:  Koramil Gemolong Bersama Warga Bersihkan Lapangan Sambut HUT RI Ke -80

“Perdamaian Aceh ini tidak hadir dalam waktu yang singkat. Perdamaian lahir melalui proses yang panjang dan harus kita syukuri bersama,” kata Al-Farlaky dalam siaran persnya yang disiarkan melalui Bagian Prokopim Setdakab Aceh Timur, Kamis (13/08/2026).

Menurut Politikus Muda ini, perdamaian telah memberikan ruang bagi masyarakat Aceh untuk kembali menjalani kehidupan dengan lebih tenang.

Aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat juga dapat tumbuh dan bergerak kembali setelah melalui masa panjang yang penuh tantangan.

Baca Juga:  PUI Dorong Pemerintah Konsultasikan Keanggotaan Indonesia di Board of Peace Ke DPR

Karena itu, Al-Farlaky mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya memperingati perdamaian, tetapi juga terus menjaga dan merawatnya dalam kehidupan sehari-hari.

“Perdamaian ini adalah anugerah yang harus kita jaga. Jangan sampai generasi kita hari ini hanya menikmati perdamaian, tetapi tidak mampu mewariskannya kepada anak cucu kita,” kata Al- Farlaky.

Politisi Muda Partai Aceh ini menegaskan, menjaga perdamaian merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda dan seluruh masyarakat memiliki peran dalam menciptakan suasana yang aman, damai dan kondusif.

Baca Juga:  Polda Aceh Pasang Bendera Merah Putih di Kendaraan Milik Warga

Momentum peringatan Hari Damai Aceh, lanjutnya, hendaknya menjadi kesempatan untuk kembali mengingat pentingnya persatuan serta memperkuat komitmen bersama agar perdamaian tetap terpelihara di Aceh.

“Semoga doa yang kita panjatkan bersama menjadi bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar agar perdamaian Aceh terus terjaga hingga anak cucu kita,” tutup mantan Anggota DPRA Aceh ini. (AA)