ACEH TIMUR | MIMBARRAKYAT.CO.ID – Jelang H-1 pembukaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Tahun Anggaran 2026, Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD Reg ke-128, Letkol Inf Novi Widyanto, S.E melaksanakan peninjauan langsung ke sejumlah titik sasaran pembangunan yang akan dikerjakan selama 30 hari ke depan, Selasa (21/04/2026).
Saat peninjauannya, Dansatgas didampingi oleh Lettu Inf. Muslimin selaku pengawas TMMD Reg Ke-128 serta Kapten Inf Irwansyah.
Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan lokasi sekaligus mengoptimalkan pelaksanaan program agar berjalan tepat sasaran dan sesuai rencana.
Adapun sasaran utama yang ditinjau meliputi pembangunan fisik berupa pengerasan jalan penghubung antar desa, yakni Desa Alue Canang dan Desa Jambo Labu di Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur, dengan panjang mencapai 2.200 meter.
Infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan mendukung aktivitas perekonomian masyarakat setempat.
Selain itu, Dansatgas juga meninjau sejumlah sasaran tambahan lainnya, di antaranya pembangunan 4 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), 1 unit Tempat Pengajian Alqur’an (TPA), 3 unit gorong-gorong, serta pembangunan sumber air bersih sebanyak 5 unit yang tersebar di dua desa, yakni 3 titik di Desa Alue Canang dan 2 titik di Desa Jambo Labu.
Tak hanya itu, program TMMD Reg ke-128 juga mencakup pembangunan dan rehabilitasi fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK), dengan total 5 unit, terdiri dari 3 unit perehaban dan 2 unit pembangunan baru guna meningkatkan kualitas sanitasi masyarakat.
Pada kesempatan ini, Dansatgas TMMD Reg ke-128 menegaskan bahwa peninjauan ini merupakan langkah awal untuk memastikan seluruh sasaran siap dikerjakan saat program resmi dibuka.
“Peninjauan ini penting untuk memastikan kesiapan di lapangan, sehingga saat pelaksanaan TMMD dimulai, seluruh pekerjaan dapat berjalan maksimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Dansatgas.
Dengan adanya program TMMD ini, diharapkan sinergi antara TNI dan masyarakat semakin kuat serta mampu mendorong percepatan pembangunan di wilayah pedesaan, khususnya di Kabupaten Aceh Timur. (AA)

