TALIABU| MIMBARRAKYAT.CO.ID – Salah satu Program Bupati, Sashabila Widya L Mus dan Wakil Bupati, La Ode Yasir dalam melakukan penataan dan perbaikan -perbaikan di Kabupaten Pulau Taliabu saat ini adalah memaksilmalkan ketersediaan data yang benar -benar valid untuk tujuan pelayanan dan pembangunan.
Program satu data yang lagi diburu oleh seluruh OPD itu saat ini juga telah dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Pulau Taliabu dengan menerapkan Satu Sekolah Satu Operator.
Kepala Dinas Pulau Taliabu, Haruna Masuku SPd saat dikonfirmasi terkait program satu data, pihaknya sementara melakukan kegiatan rekonsiliasi data Dapodik seluruh operator sekolah, dan dipastikan akan menerapkan satu sekolah satu operator.
Hal tersebut kata dia, untuk memastikan data sekolah yang tersedia benar- benar sesuai dengan fakta di sekolah.
Sebab ia beralasan Dapodik adalah jantung data dari pada satuan Pendidikan. “Kita di Dinas Pendidikan saat ini sedang melakukan kegiatan rekonsiliasi data yang melibatkan operator sekolah. Ke depannya akan kita terapkan satu sekolah satu operator agar data yang ada benar dan sesuai data riiil yang bisa seragam dengan data yang ada di Dnas Pendidikan, ” bebernya kemarin.
Peningkatan kapasitas para operator dan penerapan satu sekolah satu operator itu menurutnya dapat menghindari persoalan data sekolah di satuan Pendidikan.
Pelatihan data Dapodik untuk operator sekolah di seluruh satuan pendidikan ini agar para operator sekolah benar -benar aktif dan lebih fokus sehingga dapat data yang disajikan adalah data riil yang ada di sekolah. Ini juga merupakan harapan ibu Bupati terkait data,” jelasnya.
Ia menambahkan, dengan menerapkan satu sekolah satu operator dapat memastikan data di setiap sekolah terkelola secara konsisten dan akurat, serta mencegah data yang simpang siur atau tidak valid.
Operator sekolah itu memiliki hak akses ke seluruh pengelolaan data, sehingga penunjukan satu operator satu sekolah bertujuan memusatkan tanggung jawab.
“Operator sebagai ujung tombak data yang mengelola informasi penting, mulai dari data siswa, guru, sarana prasarana hingga data untuk pencairan tunjangan sertifikasi guru,” pungkasnya. (Bumay)

