MEDAN | MIMBARRAKYAT.CO.ID – Keterampilan konversi motor listrik membuka peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan inovasi, memasuki dunia kerja, hingga merintis usaha.
Untuk menyiapkan kompetensi tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara (Sumut) melalui PLN Peduli mendukung penguatan keterampilan guru dan siswa SMK di Kota Medan melalui pelatihan, sertifikasi, kompetisi, dan seminar teknologi.
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini merupakan kelanjutan dari inisiatif tahun 2025 yang telah memberikan pelatihan kepada guru dari 11 sekolah di Kota Medan.
Bersama mitra pelaksana Baitulmaal Muamalat (BMM), PLN mendorong agar pengetahuan dan keterampilan konversi motor listrik terus dikembangkan melalui pembelajaran di sekolah.
Pengembangan program dilanjutkan melalui Kompetisi Konversi Motor Listrik di SMK Gelora Jaya Nusantara, Medan, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan ini melibatkan enam sekolah. Lima di antaranya mengikuti kompetisi, yakni SMK Taman Siswa, SMK Muhammadiyah 8 Medan, sekolah tuan rumah, SMK Negeri 4 Medan, dan SMK Sinar Husni. Sementara itu, perwakilan SMK Muhammadiyah 9 Medan berperan sebagai juri.
Melalui kompetisi tersebut, peserta menerapkan pengetahuan teknis dalam mengubah sepeda motor berbahan bakar minyak menjadi kendaraan listrik. Proses ini menjadi sarana untuk mengasah ketelitian, kerja sama, serta kemampuan menyelesaikan persoalan teknis.
Penguatan kapasitas pendidik juga dilakukan melalui sertifikasi yang diikuti delapan guru dari lima sekolah dalam jejaring program.
Langkah ini diharapkan memperkuat kemampuan guru dalam mendampingi siswa serta menjaga keberlanjutan pembelajaran konversi motor listrik.
General Manager PLN UID Sumatera Utara, Rizky Mochamad menyampaikan bahwa penguatan kompetensi di lingkungan pendidikan menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia untuk mendukung transisi energi.
“Melalui PLN Peduli, kami ingin membuka akses pembelajaran agar guru dan siswa memiliki keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi kendaraan listrik. Bekal ini diharapkan dapat mereka manfaatkan untuk mengembangkan inovasi, memasuki dunia kerja, maupun merintis usaha,” ujar Rizky.
Menurutnya, keterlibatan guru menjadi kunci agar manfaat program terus berkembang dan menjangkau angkatan siswa berikutnya.
“Ketika guru memiliki kompetensi yang kuat, pengetahuan dapat terus diteruskan kepada siswa. Kami berharap dari sekolah tumbuh talenta muda serta peluang pengembangan bengkel konversi yang mengutamakan keselamatan, memenuhi standar, dan mampu berkembang secara berkelanjutan,” tambahnya.
Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sumatera Utara, Darma Saputra, yang hadir mewakili manajemen dalam kegiatan kompetisi, menjelaskan bahwa rangkaian program menghubungkan penguatan kompetensi pendidik dengan pengalaman praktik siswa.
“Pelatihan dan sertifikasi memperkuat bekal para guru, sedangkan kompetisi memberikan ruang bagi siswa untuk menerapkan pembelajaran. Dengan pendampingan berkelanjutan, kami berharap keterampilan ini semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi sekolah maupun peserta didik,” ujar Darma.
Kepala sekolah SMK Gelora Jaya Nusantara, Nurminta Ginting, M.Pd.T., mengapresiasi dukungan PLN serta kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai tuan rumah kompetisi.
“Kami berterima kasih kepada PLN yang telah memilih sekolah kami sebagai tuan rumah kompetisi ini. Melalui kegiatan ini, PLN menunjukkan kepedulian nyata terhadap pendidikan dan pengembangan keterampilan peserta didik kami,” ujar Nurminta.
Kegiatan kompetisi turut melibatkan Adriani Situmorang sebagai pemateri dari mitra PLN Peduli. Kehadiran mitra dan para pendidik mendukung pertukaran pengetahuan serta pengalaman dalam pengembangan keterampilan konversi motor listrik.
Rangkaian program kemudian dilanjutkan melalui Seminar Inovasi Teknologi di Aula Utama Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Medan, Kamis (5/11). Seminar dihadiri perwakilan sekolah yang terlibat dalam kompetisi, pelajar, mahasiswa, serta masyarakat.
Mengangkat tema transisi energi dan transformasi teknologi melalui konversi motor listrik, seminar ini memperluas pemahaman peserta mengenai teknologi kendaraan listrik, proses konversi, serta perannya dalam mendukung transportasi berkelanjutan. Kegiatan tersebut sekaligus membuka ruang kolaborasi antara dunia pendidikan, mitra, dan masyarakat.
Melalui penguatan kompetensi guru dan pengalaman praktik siswa, PLN Peduli berupaya membangun fondasi pembelajaran kendaraan listrik yang berkelanjutan.
Dari lingkungan sekolah, keterampilan tersebut diharapkan berkembang menjadi inovasi dan peluang usaha yang turut memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Sumatera Utara. (Srw/rel)

