TALIABU | MIMBARRAKYAT.CO.ID – Pemerintah Desa Peleng, Kecamatan Tabona, Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara melaksanakan tiga kegiatan penting secara bersamaan, Kamis (29/10/2026) sekira pukul 10.21 WIT di Balai Pertemuan Desa Peleng.
Tiga agenda tersebut adalah : (1) Kegiatan Rembuk Stunting Tingkat Desa, (2) Penerimaan Siltap Gaji/Tunjangan Aparat Desa dan (3) Penyerahan Seragam Training Perangkat Desa.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Pj. Kepala Desa Peleng Darlin Daris dan juga dihadiri Aparat Desa dan Perangkat Desa Peleng (Sekdes, Kaur dan Kasi), Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Peleng, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Peleng, Kader Pembangunan Manusia (KPM), Kader Posyandu, dan Bidan Desa serta warga masyarakat Desa Peleng khususnya para ibu hamil, ibu menyusui, ibu balita dan calon pengantin.
Rembuk Stunting
Suasana kegiatan berlangsung khidmat, tertib, dan penuh kekeluargaan. Pada agenda utama Rembuk Stunting tingkat desa adalah untuk mendukung program nasional percepatan penurunan stunting, Puskesmas Kecamatan Tabona dengan menurunkan 3 pemateri ahli yakn Irwan Kadir selaku Petugas Promosi Kesehatan / Pemberdayaan Masyarakat Puskesmas Tabona.
Dalam paparannya, Irwan Kadir menjelaskan tentang urgensi dan alur Rembuk Stunting dalam siklus perencanaan desa. Ia menegaskan bahwa rembuk stunting adalah amanat Peraturan Presiden No. 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
“Stunting bukan hanya urusan tinggi badan, tapi urusan kualitas SDM. Desa Peleng harus punya satu data yang valid, by name by address. Hasil rembuk hari ini wajib menjadi prioritas dalam RKPDes 2027 dan APBDes 2027. Tidak boleh ada program tumpang tindih,” ujar Irwan.
Ia juga menekankan pentingnya konvergensi 5 paket layanan: kesehatan ibu dan anak, konseling gizi, air bersih sanitasi, perlindungan sosial, dan PAUD
Sedangkan untuk pemateri kedua, Samlia Sibela,S.KM yang merupakan Ahli Gizi Puskesmas Tabona menyampaikan materi gizi secara lugas dan mudah dipahami warga.
Ia menjelaskan penyebab langsung stunting: kurangnya asupan gizi dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), tidak ASI Eksklusif, dan seringnya infeksi berulang pada balita.
“Di Tabona kita punya pangan lokal melimpah. Daun kelor proteinnya 2 kali lipat susu, ikan cakalang, kasbi, pisang. Masalahnya bukan tidak ada makanan, tapi pengetahuan cara mengolah PMT yang bergizi untuk balita dan ibu hamil,” jelasnya.
Ia juga melakukan simulasi pengukuran tinggi badan dan berat badan balita yang benar sesuai standar antropometri Kemenkes, serta cara membaca KMS untuk deteksi dini stunting.
Untuk pemateri ketiga, Rusmita La Arfa,S.KM yang merupakan Bidan Koordinator KIA Puskesmas Tabona, fokus pada pencegahan stunting dari hulu, yaitu remaja putri dan ibu hamil.
Ia mengungkapkan bahwa faktor risiko utama lahirnya bayi stunting adalah ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan anemia.
“Jika ibu hamil KEK dan anemia, maka risiko melahirkan bayi stunting 4 kali lebih besar. Makanya calon pengantin harus periksa 3 bulan sebelum nikah, ibu hamil wajib ANC 6 kali dan minum 90 Tablet Tambah Darah. Ini tugas kita bersama,” tegas Rusmita.
Penerimaan Siltap Gaji
Usai Rembuk Stunting, kegiatan dilanjutkan dengan agenda kedua yaitu Penerimaan Siltap (Penghasilan Tetap) Gaji dan Tunjangan bagi Aparat Desa, BPD, dan LPM Desa Peleng.
Pj Kades Peleng menyerahkan secara simbolis slip gaji kepada Sekdes, Kaur, Kasi, Ketua BPD dan Ketua LPM. Dalam arahannya, Pj Kades menyampaikan bahwa Siltap merupakan hak dan penghargaan atas pengabdian perangkat desa dalam melayani masyarakat.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Ibu Bupati Pulau Taliabu dan Pemerintah Kabupaten yang telah menyalurkan Siltap tepat waktu. Saya minta Siltap ini digunakan untuk kebutuhan keluarga dan menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja pelayanan kepada warga Desa Peleng,” ujar Pj Kades.
Seragam Training
Agenda ketiga sekaligus penutup adalah penyerahan seragam training perangkat Desa Peleng. Seragam training warna hitam kombinasi kuning ini diserahkan langsung oleh Pj Kades kepada seluruh perangkat desa.

Penyerahan training ini bertujuan untuk meningkatkan kekompakan, identitas, dan semangat kerja perangkat desa, terutama saat kegiatan lapangan seperti kerja bakti, pendampingan posyandu, dan kegiatan kepemudaan.
“Seragam training ini adalah simbol kekompakan. Kalau kita kompak, Desa Peleng akan maju. Saya minta semua perangkat menjaga seragam ini dan memakainya saat kegiatan luar kantor,” tambah Pj Kades.
Dengan terlaksananya tiga agenda ini, diharapkan kinerja Pemerintah Desa Peleng semakin solid dan program penurunan stunting di Kecamatan Tabona dapat tercapai sesuai target nasional 14%. (Bumay)

