DEPOK | MIMBARRAKYAT.CO.ID — Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Turki menyelenggarakan Musyawarah Daerah (MUSDA) Ke-V pada 12–13 September 2026 secara hybrid.

Forum berlangsung secara luring di Depok dan secara daring melalui Zoom bagi peserta yang berada di Türkiye.

MUSDA menjadi ruang evaluasi kepengurusan sekaligus regenerasi kepemimpinan KAMMI Turki.MUSDA diikuti sekitar 20 peserta dari unsur pengurus dan kader KAMMI Turki.

Rangkaian musyawarah berlangsung sejak, Sabtu (12/9/2026) pukul 19.00 WIB hingga, Minggu (13/9/2026) pukul 06.00 WIB. Pelaksanaan hingga berganti hari dilakukan untuk menyesuaikan perbedaan waktu Indonesia dan Türkiye yang terpaut empat jam, sehingga peserta di Türkiye tetap dapat mengikuti keseluruhan proses musyawarah.

MUSDA diselenggarakan oleh Panitia MUSDA KAMMI Turki yang berasal dari unsur kepengurusan periode 2023–2026. Forum turut dihadiri secara langsung oleh Ketua Umum PP KAMMI, Ahmad Jundi Khalifatullah, Kepala Bidang Hubungan Luar Negeri PP KAMMI, Pengurus KAMMI Turki, serta Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) KAMMI Turki.

Salah satu agenda utama MUSDA adalah penyampaian dan pembahasan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus KAMMI Turki periode 2023–2026 di bawah kepemimpinan Fiqhy Rodhiyya Purnama. Setelah melalui pembahasan dalam forum, LPJ tersebut diterima oleh forum Musda.

Selama periode tersebut, KAMMI Turki menjalankan berbagai program yang berfokus pada kaderisasi, pengembangan komisariat, penguatan jaringan, kebijakan publik, perempuan, dan media.

Baca Juga:  Akun Facebook Palsu Sebarkan Berita Hoax Catut Nama Paslon Saya Taliabu Muncul Jelang PSU di 9 TPS di Pilkada Taliabu

Sejumlah program diwujudkan melalui YLT KAMMI Türkiye, pengembangan Komisariat Sakarya, kajian dan webinar, penguatan jejaring dengan tokoh dan lembaga, kegiatan kemanusiaan, hingga International Muslim Youth Forum.

Dalam evaluasi program kerja, tercatat 34 target Program Kerja Daerah (PKD) dengan rata-rata capaian sebesar 73,3 persen, sementara 18 target dinyatakan tercapai. Hasil tersebut menjadi bagian dari evaluasi dan pembelajaran organisasi untuk kepengurusan berikutnya.

Hadir secara langsung dalam forum, Ketua Umum PP KAMMI Ahmad Jundi Khalifatullah menyampaikan bahwa MUSDA menjadi momentum evaluasi sekaligus regenerasi bagi KAMMI Turki.

“MUSDA ini menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi sekaligus regenerasi. KAMMI Turki sebagai salah satu cabang luar negeri memiliki potensi besar untuk terus memberikan kontribusi strategis bagi gerakan KAMMI, meskipun secara geografis berada di luar Indonesia. Ke depan, kami berharap KAMMI Turki dapat terus memperkuat kaderisasi dan peran di lingkungan diaspora, sekaligus menjadi salah satu percontohan bagi pengembangan KAMMI di luar negeri, ”katanya.

Agenda berikutnya adalah pemilihan Ketua KAMMI Turki periode 2026–2028 melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA). Setelah melakukan penjaringan dan memberikan rekomendasi, AHWA menetapkan Farhan Sayyed Ali Mujaffar sebagai Ketua KAMMI Turki periode 2026–2028 melalui forum MUSDA.

Baca Juga:  Lantik Ratusan Pejabat, Bupati Deli Serdang : Ini Regenerasi

Farhan saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PPI Turki periode 2026–2027 dan sebelumnya pernah menjabat sebagai Ketua PPI Bandırma. Ia akan melanjutkan estafet kepemimpinan KAMMI Turki untuk periode dua tahun mendatang.

AHWA juga menetapkan Tim Formatur KAMMI Turki periode 2026–2028, yang terdiri atas Fathan Aulia Rahman, Fahri Fatih, Muhammad Afnan Awali, dan Hafidz Ahmad.

Selain itu, forum menetapkan MPD KAMMI Turki periode 2026–2028, yaitu Fiqhy Rodhiyya Purnama, Uswahtul Haq, Muhammad Wali Hajid, Muhammad Hafidz Ramadhani, dan Cyindi Noviani.

Ketua KAMMI Turki periode 2023–2026, Fiqhy Rodhiyya Purnama, menyebut MUSDA sebagai momentum refleksi atas perjalanan organisasi selama satu periode.

“Hari ini adalah hari bersejarah bagi KAMMI Türkiye. Hari ini bukan sekadar akhir dari sebuah kepengurusan. Bagi saya dan seluruh pengurus, ini adalah titik untuk melihat kembali perjalanan yang telah kita lalui bersama, tentang ikhtiar, perjuangan, kebersamaan, dan tentu berbagai kekurangan yang menjadi bagian dari proses pendewasaan organisasi,”sebutnya.

Sementara itu, Farhan Sayyed Ali Mujaffar menyampaikan bahwa kepemimpinan baru membutuhkan kesinambungan dengan proses yang telah dibangun sebelumnya.

“Amanah ini tentu bukan sesuatu yang bisa kami jalankan sendiri. Kami sangat memohon doa, arahan, nasihat, dan dukungan dari para senior yang sebelumnya telah berproses dan meletakkan banyak fondasi kebaikan di KAMMI Türkiye. InsyaAllah, dengan kebersamaan dan kolaborasi kita semua, semoga gerakan ini semakin kolektif dan menghadirkan manfaat yang lebih nyata bagi kader, diaspora, umat, dan bangsa. Apa yang telah dibangun oleh kepengurusan sebelumnya insyaAllah akan menjadi pijakan bagi kami untuk melanjutkan sekaligus memperbaiki apa yang masih perlu diperbaiki,”katanya

Baca Juga:  Wanita Pemulung di Desa Gampong Jawa Dapat Hadiah Sepeda dari Kapolres Aceh Timur

Sebagai MUSDA Ke-V sejak KAMMI Turki berdiri, forum ini menjadi bagian penting dari perjalanan regenerasi dan keberlanjutan organisasi.

Pelaksanaan secara hybrid menunjukkan bahwa perbedaan jarak dan waktu tidak menjadi penghalang bagi kader untuk tetap terlibat dalam proses musyawarah dan pengambilan keputusan organisasi.

Kepengurusan KAMMI Turki periode 2026–2028 diharapkan dapat melanjutkan penguatan kaderisasi, pengembangan komisariat, perluasan jejaring dan kolaborasi, serta meningkatkan kontribusi bagi pelajar dan mahasiswa Indonesia di Türkiye.

Dengan selesainya MUSDA Ke-V, estafet kepemimpinan KAMMI Turki berlanjut menuju periode baru dengan membawa pengalaman dan evaluasi kepengurusan sebelumnya sebagai pijakan untuk memperkuat peran KAMMI Turki di lingkungan diaspora, serta menghadirkan kontribusi yang lebih luas bagi umat dan bangsa. (Rel)