KENDARI | MIMBARRAKYAT.CO.ID –Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPI Dunia) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui program unggulan PPI Dunia Mengabdi 2026.
Kali ini, Chapter Sulawesi hadir dengan semangat baru melalui berbagai kegiatan sosial, lingkungan, dan pendidikan yang dilaksanakan di dua lokasi, yaitu Kota Kendari dan Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara.
Sebanyak 10 volunteer lokal dan 12 volunteer yang tergabung dalam PPI Dunia Mengabdi Chapter Sulawesi turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Para volunteer PPI Dunia berasal dari berbagai negara, termasuk Yordania, Turki, Mesir, China, Malaysia, Pakistan, dan Maroko. Mereka dengan sukarela meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk kembali ke Tanah Air dan mengabdikan diri kepada masyarakat.
Meskipun harus menempuh perjalanan panjang dari berbagai penjuru dunia menuju Sulawesi Tenggara, semangat para volunteer tidak pernah surut.
Mereka datang bukan sekadar untuk berbagi, tetapi juga untuk belajar dari kearifan lokal masyarakat setempat. Interaksi yang terjalin selama kegiatan menciptakan hubungan emosional yang kuat antara para volunteer dan masyarakat, khususnya anak-anak yang antusias mengikuti setiap sesi pembelajaran.
Kegiatan ini menjadi momentum berharga bagi para pelajar Indonesia di luar negeri untuk kembali merefleksikan akar budaya dan tanggung jawab sosial mereka sebagai bagian dari bangsa.
Mengangkat semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap lingkungan serta pendidikan, PPI Dunia Mengabdi Chapter Sulawesi resmi dibuka dengan sebuah aksi simbolis yang sarat makna, yaitu penanaman pohon mangrove.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi pembuka rangkaian acara, tetapi juga merupakan wujud nyata kepedulian para pelajar Indonesia di perantauan terhadap kelestarian ekosistem pesisir, sejalan dengan upaya mitigasi perubahan iklim dan pelestarian alam di kawasan pesisir Sulawesi Tenggara.
“Kami memilih mangrove sebagai ikon pembukaan karena ini adalah simbol ketahanan pesisir, sekaligus cerminan semangat kami untuk ‘menanam’ manfaat jangka panjang bagi masyarakat, sama seperti kami menanam benih semangat pendidikan bagi generasi muda,” ujar Ahmad Nahdlil Umam bil’Adli selaku Ketua Pelaksana PPI Dunia Mengabdi 2026 dalam siaran persnya yang diterima awak media ini via email, Senin (10/8/2026).
Setelah kegiatan penanaman mangrove di pesisir Kendari, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan berbagai program unggulan yang menyasar masyarakat dan pelajar.
Selama dua hari di Kendari, pada 24–25 Juli 2026, para volunteer memadukan aksi sosial dengan penguatan kapasitas.
Kegiatan tersebut antara lain Seminar Beasiswa Luar Negeri yang bertujuan memberikan akses informasi dan motivasi bagi pelajar SMA Negeri 4 Kendari untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.
Selain itu, para volunteer juga melaksanakan Aksi Bersih Kota dengan mengajak masyarakat untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan perkotaan, serta melakukan kunjungan ke Sekolah Luar Biasa (SLB) Kendari.
Rangkaian acara kemudian berlanjut ke Kabupaten Wakatobi pada 27–30 Juli 2026, sebuah destinasi wisata dunia yang juga memiliki tantangan dalam akses pendidikan.
Di Wakatobi, fokus kegiatan lebih diarahkan pada penguatan kapasitas masyarakat dan pelajar melalui sejumlah program. Program tersebut meliputi Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Petualangan Gigi Sehat yang memberikan edukasi kesehatan dasar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir.
Program Wawasan Kebangsaan dilaksanakan untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air di kalangan generasi muda di daerah terpencil.
Sementara itu, Penguatan Literasi dan Motivasi Belajar menyasar anak-anak di Wakatobi agar tidak putus sekolah dan tetap memiliki mimpi besar.
Pelaksanaan rangkaian kegiatan ini tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara PPI Dunia dan berbagai elemen lokal. PPI Dunia Mengabdi Chapter Sulawesi berkolaborasi dengan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) SMA Negeri 4 Kendari serta jajaran Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi di Sulawesi Tenggara, yaitu BEM Universitas Halu Oleo (UHO), BEM Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), BEM STIE 66, dan BEM ITBM Wakatobi.
“Kolaborasi adalah kunci. Kami sangat terbantu dengan semangat dan dukungan dari rekan-rekan mahasiswa dan alumni lokal. Ini membuktikan bahwa sinergi antara mahasiswa di dalam dan luar negeri mampu menciptakan dampak yang lebih luas bagi Indonesia,” ujar Ahmad Nahdlil Umam bil’Adli. (**)

