TALIABU | MIMBARRAKYAT.CO.ID – Salah seorang orang tua dari atlet Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) asal Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara (Malut), Stevanus Ohoiledjaan akan mempertanyakan perihal pembiayaan atlet kepada Bupati dan Wakil Bupati Pulau Taliabu.
Kekecewaannya itu di antaranya karena pemulangan para atlet Popda asal Kabupaten Pulau Taliabu dilakukan secara bergelombang dengan menggunakan kapal laut.
“Kenapa mereka (Atlet-red) pulangnya tidak bersamaan. Lebih mirisnya lagi, mereka yang telah berjuang mengharumkan nama Pulau Taliabu pulangnya tanpa ada yang mendampingi. Para atlet muda kita ini pulangnya seperti ayam kehilangan induk, “ungkap Stevanus Ohoiledjaan dengan nada kesal.
Maka itu orang tua dari atlet yang bernama Antonia Chika Ohoiledjaan ini ingin langsung konfirmasi ke bupati/ wakil bupati untuk kejelasan kesejahteraan atlet Popda saat ini.
Semestinya masih dikatakannya saat menggelar press release kepada sejumlah awak media, Senin (13/7/2026) kalau pembiayaan dan kesiapan atlet meliputi :
- Masa seleksi (saat pelatihan)
- Masa Karantina
- Masa keberangkatan
- Saat bertanding
- Saat kembali.
“Saya sebagai orang tua peserta Popda atas nama Antonia Chika Ohoiledjaan merasa bangga atas prestasi yang diraih oleh anak kami sebagai generasi Taliabu dan mengharumkan nama daerah, “imbuhnya.
Terkait pendanaan atlet menurutnya tidak maksimal sejak masa karantina di Bobong, sebab sebagian atlet Cabang olahraga (Cabor) lain dikabarkan menerima uang jajan saat karantina.
Sedangkan atlet tinju termasuk anaknya tidak pernah menerimanya hingga saat berangkat bertanding. Yang ketiga lanjut dikatakannya, atas kejadian ini ia selaku orang tua sangat kecewa atas bentuk dukungan serta apresiasi yang kejar sensasional oleh beberapa kalangan.
“Kelihatan hebat dan membangga ternyata semua hanya dalam bentuk khayalan,”ketusnya.
Hal lainnya lagi yakni kepulangan atlet ibarat ayam kehilangan induk, sebagian pulang dengan Kapal Sabuk Nusantara sementara 4-5 orang lainnya akan menggunakan Kapal KM Al Sudais 04 tanpa adanya pendamping. (Bumay)

