TEBING TINGGI| MIMBARRAKYAT.CO.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) bersama Pemerintah Kota (Pemko) Tebing Tinggi berkolaborasi dalam penyelenggaraan kegiatan edukasi keuangan kepada kaum perempuan di Kantor Walikota Tebing
Tinggi, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh anggota PKK, Dharma Wanita, pelaku usaha perempuan,
serta Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut bertujuan untuk memperkuat literasi dan
inklusi keuangan perempuan sebagai upaya mendukung ketahanan ekonomi
keluarga serta meningkatkan pelindungan masyarakat dari berbagai risiko di sektor
jasa keuangan.

Asisten Direktur Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Provinsi Sumatera Utara, Reza Leonhard yang hadir dalam kegiatan dimaksud sebagai narasumber menyampaikan bahwa
perempuan memiliki peran strategis dalam pengelolaan keuangan keluarga sehingga peningkatan literasi keuangan perempuan menjadi faktor penting dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

“Perempuan memiliki peran strategis sebagai pengelola keuangan keluarga
sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan literasi
keuangan perempuan menjadi sangat penting agar masyarakat semakin cerdas
dalam mengelola keuangan, mampu memanfaatkan produk dan layanan jasa
keuangan secara tepat, serta terlindungi dari berbagai aktivitas keuangan ilegal
yang dapat merugikan,” ujar Reza Leonhard.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun
2025, indeks literasi keuangan nasional mencapai 66,46 persen, sementara indeks
inklusi keuangan mencapai 80,51 persen.

Berdasarkan gender, indeks literasi
keuangan laki-laki tercatat sebesar 67,32 persen, lebih tinggi dibandingkan perempuan yang mencapai 65,58 persen. Adapun indeks inklusi keuangan laki-laki
dan perempuan relatif sebanding, masing-masing sebesar 80,73 persen dan 80,28
persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan semakin luas, peningkatan pemahaman, pengetahuan, serta keterampilan keuangan masih perlu terus diperkuat agar masyarakat dapat
memanfaatkan layanan keuangan secara optimal, aman, dan bertanggung jawab.

Sekretaris Daerah Kota Tebing Tinggi, Erwin Suheri Damanik dalam sambutannya
menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam
keluarga maupun pembangunan ekonomi masyarakat.

“Dalam banyak rumah tangga, perempuan berperan sebagai pengelola keuangan
keluarga, pengambil keputusan dalam kebutuhan sehari-hari, bahkan menjadi
pelaku usaha yang menopang perekonomian keluarga. Oleh karena itu, kemampuan
dalam memahami dan mengelola keuangan secara bijak merupakan keterampilan
yang sangat penting,” ujar Sekretaris Daerah Kota Tebing Tinggi.

Dalam kegiatan tersebut, OJK bersama Bank Indonesia memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan keluarga, pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan yang legal dan sesuai kebutuhan, pelindungan konsumen, serta kewaspadaan terhadap berbagai modus aktivitas keuangan ilegal yang saat ini semakin beragam.

Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya mengenali produk dan layanan jasa keuangan yang berizin dan diawasi oleh OJK. Masyarakat diimbau
untuk selalu menerapkan prinsip 2L, yaitu Legal dan Logis, sebelum menggunakan
atau berinvestasi pada suatu produk keuangan.

Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai berbagai modus pinjaman
online ilegal, penyalahgunaan data pribadi, investasi ilegal, hingga risiko judi online
yang dapat berdampak negatif terhadap kondisi keuangan dan keharmonisan
keluarga.

Kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari implementasi program Gerakan
Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang diluncurkan OJK bersama Dewan
Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) untuk mendorong peningkatan literasi dan
inklusi keuangan secara masif, merata, dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.

Melalui sinergi antara OJK, Pemerintah Kota Tebing Tinggi, Bank Indonesia, dan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan perempuan dapat semakin berperan sebagai pengelola keuangan keluarga yang cakap, mampu mengambil keputusan keuangan yang tepat, serta menjadi agen perubahan dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya secara ekonomi. (**)