JAKARTA | MIMBARRAKYAT.CO.ID – Bupati Sashabila Widya L Mus menemui secara langsung Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf di Jakarta guna meminta dukungan percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara.

Bupati Sashabila Widya L Mus dalam kesempatan itu menyampaikan langkah ini diambil sebagai strategi terobosan guna menekan angka anak putus sekolah yang mencapai 1.300 jiwa.

Sashabila mengungkapkan, kendala utama pembangunan infrastruktur pendidikan di daerah adalah keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pengadaan lahan.

Meskipun begitu, pemerintah berupaya mengatasi keterbatasan anggaran daerah melalui skema kolaborasi bersama masyarakat dalam penyediaan lahan sehingga tersedia lima hektare untuk lokasi pembangunan.

Menurutnya, kehadiran lahan hibah tersebut merupakan manifestasi nyata dari besarnya harapan masyarakat terhadap akses pendidikan yang lebih baik.

“Pembangunan sekolah rakyat ini nantinya benar-benar menjadi bukti bahwa fasilitas pendidikan tersebut dibangun dari aspirasi dan dukungan langsung rakyat Taliabu,” ungkapnya.

Lanjut Bupati, ini menjadi prioritas mendesak mengingat ribuan anak di Taliabu saat ini masih berada di luar sistem sekolah formal.

Selain isu pendidikan, Bupati juga memaparkan rencana strategis mengenai pembangunan pusat rehabilitasi terpadu di Desa Rahaya.

Dimana lokasi tersebut sebelumnya merupakan kawasan rumah sakit umum daerah yang kini dialihfungsikan setelah layanan kesehatan dipindahkan ke pusat kota.

“Fasilitas ini nantinya dapat menjadi pusat rehabilitasi terpadu pertama di wilayah Indonesia Timur yang mampu menangani lansia, pasien gangguan jiwa, hingga korban penyalahgunaan narkotika,”ujarnya.

Dirinya juga menambahkan, perhatian khusus terhadap upaya pemutakhiran data kemiskinan yang tengah dijalankan Pemkab Taliabu melalui kerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB).

“Kami menggandeng akademisi dilakukan untuk memastikan akurasi data di tingkat desa dan dinas tetap terjaga meskipun memiliki keterbatasan sumber daya manusia,”sebutnya.

Dengan adanya program data desa presisi, Sashabila optimis seluruh bantuan sosial dan program strategis nasional ke depan akan jauh lebih tepat sasaran.

Bupati Sashabila juga secara khusus mengusulkan program bakti sosial operasi katarak gratis bagi masyarakat lanjut usia di Pulau Taliabu.

Berdasarkan data pemerintah daerah, saat ini tercatat sebanyak 326 lansia menderita katarak dengan tingkat keparahan yang berisiko menyebabkan kebutaan total.

Jika kondisi ini tidak segera ditangani, hal tersebut akan berdampak signifikan terhadap penurunan produktivitas dan kualitas hidup para penderita di masa tua mereka.

Pada akhir pertemuan, Sashabila meminta arahan dan dukungan penuh dari Kementerian Sosial agar seluruh rencana integrasi program ini dapat berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur lainnya, termasuk rencana pembangunan bandara tahun ini.

“Kami berharap Pulau Taliabu bisa segera keluar dari status daerah tertinggal dan menjadi percontohan wilayah 3T yang mampu melakukan akselerasi pengentasan kemiskinan secara cepat melalui kolaborasi lintas sektor,”imbuhnya. (Bumay)