TALIABU | MIMBARRAKYAT.CO.ID – Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara (Malut) memasuki tahap akhir.

Sebanyak 29 peserta yang lolos tes kompetensi CAT telah mengikuti uji kompetensi teknis melalui wawancara yang dilaksanakan hingga, Selasa (3/2/2026) kemarin.

Menurut Hayatudin, selaku Pj Sekda Taliabu, dari hasil wawancara seluruh peserta akan segera diserahkan ke BKN untuk dinilai, sebelum dikembalikan ke Pemerintah daerah sebagai rujukan penempatan pejabat tinggi pratama.

“Hasil wawancara ini akan kami laporkan dulu ke kepala daerah. Setelah itu, akan ada keputusan kepala daerah yang mendapat rekomendasi dari BKN Regional XI Manado,” kata Hayatudin Fataruba, Rabu (04/02/2026) saat ditemui awak media di kantor Bupati.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa saat ini belum dapat dipastikan jumlah peserta yang akan dinyatakan lolos, mengingat setiap OPD diisi oleh tiga kandidat.

Sementara seorang peserta dapat melamar dua hingga tiga OPD yang berbeda. Hayatudin menuturkan bahwa dari 20 OPD yang dilelang, seluruh kandidat hadir mengikuti proses wawancara.

Menurutnya, hasil yang diperoleh cukup beragam karena tiap peserta memiliki karakter, pola pikir dan pendekatan berbeda dalam memahami persoalan daerah.

Dalam sesi wawancara, fokusnya adalah membuka wawasan kandidat agar memahami Kabupaten Pulau Taliabu secara utuh. “Kita ingin calon pemimpin yang mampu melihat masalah secara holistik, bukan sepotong-sepotong, ”katanya.

Ia menambahkan bahwa inovasi menjadi aspek penting dalam penilaian, termasuk kemampuan menganalisis masalah dan merumuskan solusi lintas sektor.

Rata-rata kandidat luar biasa, karena mereka berpengalaman dan bekerja lama di Taliabu. Namun setiap peserta punya perspektif berbeda dalam menyelesaikan persoalan daerah.

Terkait hasil akhir seleksi, Pj Sekda Pulau Taliabu, Hayatudin Fataruba menegaskan bahwa pihaknya menunggu rekomendasi resmi BKN Regional XI Manado.

Setelah itu, hasilnya akan diumumkan secara transparan kepada seluruh peserta dan publik. “Kita menunggu hasil rekomendasi dari BKN. Nantinya akan diumumkan secara terbuka agar semua peserta mengetahui hasilnya,” kata dia.

Bagi pejabat eselon III yang mengikuti asesmen ini, Hayatudin kembali menjelaskan bahwa mereka berpeluang dipromosikan ke jabatan eselon II.

Namun kemungkinan gagal tetap ada bila nilai tidak memenuhi standar penilaian. “Kalau belum bisa dipromosikan tahun ini, saya berharap mereka mempersiapkan diri lebih baik untuk asesmen berikutnya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Bupati dan Wakil Bupati Taliabu menginginkan pejabat OPD yang tidak hanya loyal, tetapi juga kuat secara kompetensi dan inovasi.

“Yang dicari bukan sekadar loyalitas, tetapi kemampuan memimpin, inovasi, dan kemampuan menyelesaikan persoalan di Daerah,”pungkasnya mengakhiri. (Bumay)