MAGETAN | MIMBARRAKYAT.CO.ID – Segerombolan anak muda di arena balapan liar di ruas jalur alternatif Madiun – Magetan, Provinsi Jawa Timur, Desa Sugihrejo, Kecamatan Kawedanan, diterjang mobil pick up, Sabtu (24/01/2026) sekira pukul 03.00.

Salah seorang yang berada dalam area itu dilaporkan tewas, sedangkan 6 orang lainnya mengalami luka-luka. Sejumlah unit ambulance dari relawan kemanusiaan, di antaranya R 24 JAM dan PSC 119, langsung merapat di lokasi kejadian, melakukan evakuasi para korban.

Korban tewas dikirim ke Kamar Jenazah RSUD dr. Sayidiman Magetan. Di rumah sakit yang sama para korban terluka juga menjalani perawatan medis atas luka-lukanya.

Salah seorang warga, Gunadi, menuturkan insiden kecelakaan lalu lintas itu bermula saat mobil pick up Nopol AE 8029 SQ yang dikemudikan seorang pria meluncur dari arah Timur (Madiun) menuju Barat, lokasi Pasar Plaosan, Kabupaten Magetan.

Mobil Pick up penuh muatan cabe dan berbagai jenis sayuran itu, sedianya hendak dikirim ke Pasar Plaosan sebagai barang dagangan.

Sampai di lokasi kejadian yang situasinya gelap, Desa Sugihrejo, Kecamatan Kawedanan, pengemudi mobil pick up dikejutkan adanya segerombolan anak muda yang rata-rata bersepeda motor.

Anak-anak muda itu diduga tengah melakukan aksi balapan liar, yang memang sering dilakukannya. Merasa terhalang adanya kerumunan pada jarak yang sudah dekat, di tengah ruas jalan berjajar ‘pembalap’ siap start, sang pengemudi pikup mendadak panik.

Terlebih dikedua sisi jalan pun banyak para penonton, hingga sopir mobil pick up tak sanggup lagi mengantisipasi situasi, banting kemudi ke kiri menerjang sejumlah penonton, yang umumnya nangkring di atas motor masing-masing.

“Saya sempat tanya-tanya kepada pengemudi pikup. Di tengah-tengah jalan sudah banyak orang. Mau banting kanan juga penuh orang. Akhirnya banting ke kiri, tetap menghantam 7 orang penonton balapan liar tersebut. Rata-rata korban luka patah dan di kepala,” tutur Gunadi.

Ditambahkannya, menurut pengakuan pengemudi mobil pick up, sang pengemudi mobil pick up sama sekali tidak menyangka adanya gerombolan anak muda di lokasi tersebut.

Lantaran, selain lokasi gelap, para pemotor itu juga sama sekali tidak menyalakan lampu apa pun, sehingga tidak mengirim sinyal keberadaannya.

Menurut Gunadi, balapan liar itu sangat mengganggu ketertiban umum, meresahkan masyarakat dan menghambat kelancaran lalu lintas.

Kegiatan sia-sia itu, katanya, sebenarnya pindahan dari Desa Simbatan di kecamatan yang sama, yang digelar setiap malam Sabtu dan malam Minggu.

“Saya bilang kepada anak muda di lokasi kejadian. Kalau sudah begini ini apa yang kamu dapat. Menyusahkan orang tuamu kan, juga polisi, tenaga kesehatan dan masyarakat umum,” tutur Gunadi kepada sejumlah anak muda yang selamat.

Kepala Desa Sugihrejo, Mulyadi membenarkan adanya insiden tersebut. Pemerintahan desanya, katanya, sebenarnya juga sudah memasang baliho berisi larangan mengadakan balap liar di lokasi tersebut.

“Iya benar ada kecelakaan lalu lintas. Infonya yang meninggal dunia satu orang. Pihak kami sebenarnya juga sudah memasang baliho menolak adanya balapan liar itu,” katanya kepada wartawan.

Untuk memastikan penyebab terjadinya kecelakaan, aparat kepolisian setempat langsung melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.

Sejumlah saksi mata dimintai keterangan. Kendaraan roda empat maupun sejumlah sepeda motor yang terlibat kecelakaan diamankan polisi, untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. (***)