TALIABU | MIMBARRAKYAT.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara (Malut) menggelar Peringatan Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW yang dilaksanakan di Masjid Raya Bobong, Kamis (15/1/2026).

Di hadapan para tamu undangan yang hadir di antaranya Ketua DPRD Kabupaten Pulau Taliabu, Kapolres, Kejaksaan Negeri, Danramil dan para tokoh agama, masyarakat dan masyarakat, Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Mus menyampaikan Peringatan Isra Mi’raj setiap tahun memberi kesempatan bagi kita umat Islam untuk merenungkan kembali makna perjalanan suci Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, serta naiknya beliau ke Sidratul Muntaha.

Peristiwa luar biasa ini bukan sekadar mukjizat, tetapi juga menjadi sumber inspirasi spiritual dan moral bagi umat manusia.

“Tema kita malam ini “Menjaga Iman di Era Digital Melalui Spirit Perjalanan Suci”, sangat relevan dengan tantangan zaman, “ucapnya.

Di tengah kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi, kita dituntut untuk bijak, selektif, dan berpegang teguh pada nilai keimanan.

Dunia digital memberikan banyak manfaat bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat, namun jika tidak disertai dengan akhlak dan keimanan yang kuat, kemajuan itu dapat menjadi bumerang.

“Melalui semangat Isra Mi’raj, mari kita perkuat hubungan spiritual kepada Allah SWT sebagaimana Rasulullah meneladankannya melalui perintah shalat. Shalat mengajarkan disiplin, kesabaran, dan keikhlasan nilai-nilai yang sangat penting untuk menghadapi tantangan moral di dunia maya, “sebutnya.

Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu berkomitmen untuk tidak hanya membangun infrastruktur fisik dan digital, tetapi juga membangun karakter dan moral masyarakatnya.

“Kita ingin agar kemajuan teknologi di Taliabu menjadi sarana memperkuat iman, memperluas ilmu, dan meningkatkan pelayanan bagi umat. Semoga melalui momentum Isra Mi’raj ini, kita semakin mantap melangkah menuju masyarakat yang religius, berilmu, dan beradab di tengah arus digitalisasi yang terus berkembang, “tutupnya mengakhiri. (Bumay)