MEDAN | MIMBARRAKYAT.CO.ID – Tim Keamanan Divisi HSSE PT Belawan New Container Terminal (BNCT) menggelar latihan tanggap darurat kebakaran di Lapangan Fase 1, sebagai bagian dari komitmen perusahaan menjaga keselamatan operasional di salah satu terminal peti kemas terbesar dan paling strategis di kawasan Sumatra.

Latihan ini dirancang untuk memastikan kesiapsiagaan dan kemampuan respons cepat seluruh personel dalam menghadapi potensi insiden kebakaran yang dapat mengganggu kelancaran arus logistik.

Baca Juga:  Pelindo Tanam 2500 Pohon di Belawan Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026

Simulasi dilakukan dengan skenario realistis, melibatkan penggunaan alat pemadam, penanganan area berisiko, hingga evakuasi terstruktur untuk menguji efektivitas koordinasi tim di lapangan.

Kegiatan ini merupakan agenda rutin BNCT untuk memastikan kepatuhan terhadap standar Tanggap Darurat dalam Sistem Manajemen K3 sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012.

Melalui latihan berkala, BNCT memperkuat budaya keselamatan sekaligus memastikan operasi terminal berjalan aman, andal, dan sesuai regulasi nasional.

Baca Juga:  Pj Kades Bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa Koramil 1510/02 Bobong Pastikan Perayaan Natal di Gereja Imanuel Desa Fayau Nana Berjalan Lancar

HSSE Lead BNCT, Doni Priambodo menyampaikan bahwa latihan ini merupakan pilar penting dalam menjaga kualitas operasional perusahaan.

“Keselamatan adalah prioritas tertinggi kami. Melalui latihan ini, kami memastikan seluruh personel mampu merespons keadaan darurat dengan cepat, tepat, dan terkoordinasi. BNCT berkomitmen membangun budaya keselamatan yang kuat, berkelanjutan, dan selalu berkembang mengikuti kebutuhan operasional,” ujar Doni.

Baca Juga:  Pelindo Regional 1 Inisiasi Program Difabel Untuk Semakin Berdaya

BNCT terus meningkatkan kesiapsiagaan dengan memperkuat kompetensi tim, memutakhirkan prosedur tanggap darurat, serta melakukan evaluasi secara berkala.

Dengan langkah ini, BNCT menegaskan posisinya sebagai terminal peti kemas yang tidak hanya berfokus pada efisiensi, tetapi juga menempatkan keselamatan sebagai fondasi utama dalam setiap aktivitas operasional. (Irwan S Pane)