MEDAN | MIMBARRAKYAT.CO.ID – Ratusan siswa dari SMA Perguruan Budi Agung menanam bibit pohon Mangrove sebanyak 1000 pohon di sekitaran Danau Siombak, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Penanaman bibit Mangrove ini dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia dan juga bertujuan untuk menghijaukan Danau Siombak yang nantinya menjadi momentum dalam penyelamatan benteng terakhir Kota Medan.

Hal tersebut diungkapkan Koordinator Aksi Penanaman Mangrove di Danau Siombak, Yudha Maulana Pohan ketika ditanya wartawan.

“Hari ini kita melakukan aksi penanaman bibit mangrove di Danau Siombak yang bekerjasama dengan SMA Budi Agung dan berkolaborasi dengan SMPN 38 Medan. Hal ini untuk menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan khususnya hutan mangrove,” tuturnya.

Kegiatan juga bersifat edukatif yang mana para siswa diajak untuk lebih jauh mengenal hutan mangrove, dan mengetahui manfaat keberadaanya di kawasan pesisir pantai dan pentingnya untuk sama-sama kita jaga.

“Kegiatan dalam memperingati hari mangrove sedunia yang jatuh pada tanggal 26 Juli 2025 dilaksanakan secara serentak di seluruh dunia. Dari semua jenis tanaman atau pohon yang paling besar dalam menyerap karbon itu adalah mangrove,” kata Pohan

Kepala Seksi Rencana dan Pemanfaatan Hutan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumatera Utara, Rizal Pasaribu mengatakan, pihaknya mendukung sepenuhnya penanaman mangrove di Danau Siombak.

Kegiatan edukatif kepada para siswa maupun masyarakat tentang manfaat hutan mangrove di lokasi yang berstatus Areal Penggunaan Lain (APL) ini sangat penting dilakukan.

Pihaknya siap untuk membantu berbagai pihak yang ingin melakukan penanaman serupa dengan menyediakan bibit tanaman baik itu untuk pihak sekolah, kelompok tani ataupun organisasi masyarakat lainnya.

“Jadi siapapun yang mau menanam, kami siap membantu penyediaan bibitnya,” tegasnya. Kepala Sekolah SMA Budi Agung, menjelaskan, kegiatan ini nyata dilakukan oleh para siswa dan guru di sekolahnya.

Kegiatan ini bukanlah seremonial belaka melainkan sebagai bagian dari proses pembelajaran terus berkelanjutan di sekolah secara langsung di lapangan.

“Hari ini kami melakukan penanaman seribu mangrove di Danau Siombak. Ini dalam rangka pelestarian lingkungan, sekaligus program kokurikuler bagi anak-anak didik kami. Mereka belajar langsung tentang bagaimana menjaga dan memelihara lingkungan pesisir pantai,” ungkapnya. (Irwan S Pane)