TALIABU | MIMBARRAKYAT.CO.ID – Bupati Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara (Malut), Fifian Adeningsih Mus diduga telah melakukan pengancaman terhadap seorang anggota Panwas Kecamatan Taliabu Selatan, Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Malut.
Peristiwa dugaan pengancaman yang terjadi di Desa Bapenu, Kecamatan Taliabu Selatan itu berawal dari korban yang bernama Suriadin sedang melakukan tugasnya sebagai anggota Panwas Kecamatan Taliabu Selatan.
Saat itu, Bupati Kepulauan Sula, Fifian Adeningsih Mus menghadiri buka puasa bersama di Desa Bapenu, Kecamatan Taliabu Selatan, Kabupaten Pulau Taliabu.
Seusai berbuka puasa bersama, orang nomor satu di Kepulauan Sula inipun langsung membagikan uang kepada masyarakat yang hadir di lokasi tersebut.
Mengetahui hal itu, lantas korban pun langsung memfoto peristiwa itu dengan kamera handphonenya. Sebab, beredar kabar kalau Bupati Sula ini diisukan akan “pasang badan” untuk membantu adiknya, Citra Puspa Sari Mus (CPM) agar menang pada PSU Pilkada Taliabu.
Bukan itu saja, Desa Bapenu merupakan salahsatu desa yang bakal menjalani proses Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada Pilkada Taliabu.
Namun sial bagi Suriadin, Bupati Kepulauan Sula ini malah berkata dengannya yang diduga mengandung pengancaman. Bukan itu saja, seorang pengawal Bupati Sula itu juga telah merampas handphone miliknya.
“Sebelum dicegat oleh pengawal Bupati, saya sempat diancam oleh Bupati Sula yang sembari menyatakan kalau dari ketua hingga bawahan dirinya lah yang mengangkat, makanya jangan macam-macam. Sedangkan untuk handphone saya yang dirampas, mereka hapus semua foto -foto pada saat terjadinya bagi-bagi uang tersebut, “aku Suriadin saat ditanya wartawan, Rabu (26/03/2025).
Sementara itu secara terpisah, Ketua Panwascam Taliabu Selatan, Armin Djainahu ketika dikonfirmasi wartawan terkait peristiwa dugaan pengancaman itu membenarkannya.
Namun hingga berita ini ditayangkan belum mau memberikan keterangannya secara detail. “Iya benar “, tulis singkat Armin Djainahu via pesan whatsappnya.
Lalu Ketua Bawaslu Kabupaten Pulau Taliabu, La Umar La Juma juga belum bisa memberikan keterangannya. (Bumay)

