MEDAN | MIMBARRAKYAT.CO.ID – Operasi Gabungan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara (Sumut), Polda Sumut, TNI dan Pemkab Madina berhasil menemukan 5 Hektar ladang Ganja di areal Gunung Tor Sihite, Desa Rao-rao Dolok, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Provinsi Sumut, Sabtu (31/10/2026).
Dari lokasi itu, petugas pun mendapati 15 ribu batang pohon Ganja di 2 titik dengan jarak yang berdekatan. Selanjutnya Tim melaksanakan pemusnahan seluruh ladang Ganja yang ditemukan dengan cara dicabut dan dibakar sampai habis.
Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Tatar Nugraha melalui Kabid Pemberantasan dan Intelijen BNNP Sumut, Kombes Pol Dr Josua Tampubolon SH MH saat dikonfirmasi wartawan membenarkan telah memusnahkan 5 Hektar ladang Ganja yang berada di areal Gunung Tor Sihite, Desa Rao-rao Dolok, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal.

“Penemuan ladang Ganja ini berdasarkan dari informasi masyarakat yang kita tindak lanjuti. Kemudian Tim melaksanakan lidik ke lokasi dengan menempuh jalur medan yang cukup terjal, melalui kebun milik masyarakat dan hutan perbukitan Tor Sihite dengan waktu jarak tempuh sekitar 6 jam perjalanan dan Tim pun berhasil menemukan dua titik ladang ganja dengan luas keseluruhan diperkirakan mencapai 5 Hektar, “ungkap Kombes Pol Josua Tampubolon, Minggu (1/11/2026).
Kemudian ladang Ganja itupun Dimusnahkan secara bersama -sama dengan Tim BNNP Sumut, Tim Dir Narkoba Poldasu, Tim Polres Madina, Tim Koramil 14 Kotanopan, Tim Satpol – PP Madina, Tim Polhut Kotanopan serta masyarakat.
“Pemusnahan dilaksanakan dengan cara dicabut dan dibakar sampai habis. Jumlah tanaman ganja yang dimusnahkan dengan luas 5 Hektar itu berjumlah sekitar 150 ribu batang dengan kerapatan jarak tanam 75 Cm, dan apabila dikonversikan tiap batang dengan berat 2 Ons maka diperoleh berat kotor sekitar 30 Ton, artinya kegiatan pemusnahan ladang ganja ini telah menyelamatkan 600 ribu jiwa anak bangsa dari penyalahgunaan narkoba, “papar Kombes Josua Tampubolon.

Keberhasilan pengungkapan ini masih dikatakannya, juga menjadi bukti pentingnya sinergi antara BNN, Polri, TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam memutus mata rantai peredaran narkoba hingga ke sumber produksinya dan menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tidak menggunakan narkoba. (Srw)

