TALIABU| MIMBARRAKYAT.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara (Malut) menjajaki dukungan program Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) untuk mengoptimalkan potensi perikanan, mengembangkan desa wisata dan memperkuat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Upaya tersebut dilakukan melalui konsultasi dan koordinasi Sekretaris Daerah (Sekda) Pulau Taliabu, Dr. Yosar Kardiat bersama Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Kemendes PDT, P Nugroho, beserta tenaga ahli direktorat jenderal dan Kepala Badan Pengembangan Informasi di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Yosar mengatakan, koordinasi tersebut menjadi langkah awal untuk menyelaraskan program pembangunan desa dengan potensi dan kebutuhan daerah, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah pusat.
“Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Pulau Taliabu memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, sekaligus membuka ruang kolaborasi untuk mempercepat pembangunan desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mengembangkan potensi ekonomi lokal,”kata Yosar.
Dalam pertemuan itu, sejumlah program strategis dibahas, di antaranya penguatan BUMDes, pengembangan desa wisata, keberlanjutan program SEHATI, serta optimalisasi sektor perikanan tangkap, khususnya komoditas tuna, cakalang, dan tongkol.
Yosar menjelaskan, Pulau Taliabu memiliki potensi perikanan yang tersebar di wilayah pesisir, termasuk Kecamatan Taliabu Barat, Taliabu Selatan, dan Taliabu Utara.
Wilayah tersebut berada dalam cakupan Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 714 dan 715.
Namun, pemanfaatan potensi tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari keterbatasan sarana penangkapan ikan, minimnya fasilitas pabrik es dan penyimpanan dingin (cold storage), hingga belum memadainya fasilitas pendaratan ikan.
Akses pasar dan pembiayaan bagi nelayan juga masih menjadi tantangan. Menurut dia, pengembangan sektor perikanan perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil tangkapan, tetapi juga mencakup penanganan pascapanen, pengolahan hasil laut, peningkatan nilai tambah produk, serta perluasan akses pasar.
Dengan penguatan rantai pasok dan dukungan fasilitas produktif, manfaat ekonomi sektor perikanan diharapkan dapat dirasakan langsung oleh nelayan.
”Selain perikanan, Pemkab Pulau Taliabu turut mendorong pengembangan desa wisata dengan memanfaatkan potensi alam, kawasan pesisir, dan kearifan lokal. Penguatan BUMDes juga menjadi perhatian untuk mendorong kegiatan ekonomi produktif di perdesaan, termasuk pengelolaan komoditas perkebunan, pertanian, dan produk lokal melalui kemitraan usaha, “ungkapnya.
Yosar menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen mendorong pembangunan desa yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan melalui optimalisasi potensi lokal agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara merata.
Ia berharap koordinasi dengan Kemendes PDT dapat ditindaklanjuti melalui pendampingan program dan dukungan pembangunan infrastruktur produktif sesuai ketentuan serta kewenangan yang berlaku.
“Kami berharap terbangun komunikasi dan silaturahmi yang berkelanjutan antara kepala daerah beserta jajaran dengan Kemendes PDT sehingga berbagai peluang program strategis nasional dapat ditindaklanjuti secara konkret di daerah,” pungkas mantan Kepala Bagian Administrasi Umum dan Sistem Informasi IPDN Kampus Sulawesi Selatan tersebut. (Bumay)

