KOTA BIMA | MIMBARRAKYAT.CO.ID — Universitas Nggusuwaru (UNSWA), Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memasuki babak baru kepemimpinan setelah Yayasan Pengajaran dan Ilmu Pendidikan (Y-PIP) Bima melantik Dr. Bahktiar, S.Pi., M.P. sebagai Rektor UNSWA periode 2026–2029.
Pelantikan berlangsung dalam Sidang Senat Terbuka di Gedung E Lantai II Kampus UNSWA, Kota Bima, Jumat (25/9/2026) lalu.
Prosesi pengangkatan dan pengambilan sumpah jabatan dipimpin Ketua Umum Pengurus Yayasan Y-PIP Bima, Aris Muhammad, S.H., serta disaksikan jajaran Senat Akademik, Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UNSWA, dan perwakilan sivitas akademika.
Pelantikan rektor definitif tersebut mengakhiri masa transisi kepemimpinan di UNSWA. Kepemimpinan baru membawa agenda penguatan tata kelola perguruan tinggi, peningkatan mutu pendidikan, serta penataan kelembagaan.
Tema yang diusung dalam kepemimpinan periode 2026–2029 adalah “Bersama Civitas Academica Menegakkan Nilai Nggusuwaru Menuju Universitas Pilihan Regional, Akuntabel, dan Berdaya Saing”.
Ketua Umum Pengurus Yayasan Y-PIP Bima, Aris Muhammad saat menghampiri awak media mengatakan pergantian kepemimpinan menjadi momentum untuk memperjelas pembagian kewenangan antara yayasan sebagai badan penyelenggara dan rektorat sebagai pengelola operasional perguruan tinggi.

“Yayasan berkomitmen menjaga kesehatan fiskal, keabsahan hukum, serta penyediaan sarana dan prasarana. Pada saat yang sama, rektorat dan senat akademik diberikan ruang untuk menjalankan fungsi akademik, termasuk pengelolaan pembelajaran, penelitian, dan kebebasan akademik,” kata Aris.
Menurut dia, pembagian kewenangan yang jelas diperlukan untuk membangun tata kelola universitas yang akuntabel sekaligus memastikan keberlanjutan pengembangan UNSWA.
Tiga Agenda Awal Rektor
Setelah pelantikan dan serah terima jabatan dari Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor sebelumnya, Wahyuni, S.Pd., M.M., Rektor UNSWA Dr. Bahktiar akan memulai sejumlah agenda prioritas.
Agenda pertama adalah penataan data dan administrasi perguruan tinggi, termasuk pembaruan struktur kepemimpinan kepada Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) serta pemutakhiran data pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).
Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan administrasi akademik dan layanan kepada mahasiswa serta dosen dapat berjalan secara tertib.
Agenda kedua adalah penataan pengelolaan keuangan dan digitalisasi tata kelola. UNSWA akan memperkuat fungsi pengawasan internal serta mendorong transparansi pengelolaan anggaran operasional perguruan tinggi.
Agenda ketiga berkaitan dengan penguatan sumber daya manusia dan peningkatan mutu akademik, termasuk mendorong kenaikan jabatan fungsional dosen, peningkatan kualifikasi sumber daya manusia, serta penguatan akreditasi program studi.
Rektor UNSWA juga diharapkan memperkuat pemenuhan hak-hak dosen dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari peningkatan kualitas tata kelola perguruan tinggi.
Menguatkan Nilai Kearifan Lokal
Selain pembenahan tata kelola, UNSWA menempatkan nilai Nggusu Waru sebagai bagian dari identitas kelembagaan dan pengembangan pendidikan tinggi di Bima.
Nilai kearifan lokal tersebut akan diintegrasikan dengan penyelenggaraan pendidikan tinggi yang mengacu pada standar akademik nasional. Pendekatan tersebut diarahkan untuk membentuk lulusan yang memiliki kompetensi akademik sekaligus memahami konteks sosial dan budaya daerah.
UNSWA merupakan perguruan tinggi swasta di Kota Bima yang berada di bawah naungan Yayasan Pengajaran dan Ilmu Pendidikan (Y-PIP) Bima. UNSWA memiliki Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan serta Fakultas Sains dan Teknologi dengan sejumlah program studi.
Dengan dilantiknya rektor definitif periode 2026–2029, UNSWA memasuki fase konsolidasi kelembagaan dengan fokus pada tata kelola, mutu akademik, penguatan sumber daya manusia, dan peningkatan daya saing perguruan tinggi di tingkat regional. (Rel)

