MALANG | MIMBARRAKYAT.CO.ID – Kabar gempa yang melanda Flores membawa keprihatinan bagi banyak orang, termasuk mahasiswa asal Nagekeo yang sedang menempuh pendidikan di Kota Malang.
Jauh dari kampung halaman bukan berarti membuat mereka kehilangan rasa peduli. Berangkat dari rasa persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama, mahasiswa Nagekeo di Malang turun langsung melakukan aksi penggalangan dana untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana gempa di Flores.
Aksi kemanusiaan tersebut dilakukan di sejumlah titik di Kota Malang, Provinsi Jawa Timur di antaranya kawasan Unmer Cyber Mall, Galunggung, dan Dinoyo.
Para mahasiswa turun langsung menemui masyarakat dan mengajak mereka untuk ikut memberikan bantuan secara sukarela bagi saudara-saudara yang sedang menghadapi kesulitan akibat bencana.
Kegiatan ini melibatkan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Nagekeo Malang Raya.
Organisasi tersebut menjadi ruang bersama bagi mahasiswa asal Nagekeo yang sedang berkuliah di Malang, termasuk Ikatan Keluarga Besar Nagekeo Kanjuruhan (IKBNK), Ikatan Keluarga Besar Nagekeo Unmer (IKBN Unmer), dan Ikatan Mahasiswa Nagekeo Tologomas (IKABENAS).
Bagi para mahasiswa, aksi ini bukan hanya tentang mengumpulkan sejumlah uang, tetapi juga tentang menunjukkan bahwa rasa persaudaraan tetap ada meskipun terpisah oleh jarak.
Ketika masyarakat di Flores sedang menghadapi dampak gempa, mahasiswa Nagekeo di Malang merasa memiliki tanggung jawab moral untuk mengambil bagian dalam membantu.
Setiap bantuan yang diberikan masyarakat diterima dengan penuh rasa syukur. Tidak ada batasan mengenai besar atau kecilnya bantuan karena setiap bentuk kepedulian memiliki arti bagi mereka yang sedang membutuhkan.
Dari aksi tersebut, mahasiswa juga melihat langsung bagaimana kepedulian masyarakat dapat tumbuh ketika dilakukan bersama-sama.
Penggalangan dana ini sekaligus menjadi momentum untuk mempererat persatuan mahasiswa Nagekeo di Malang. Beberapa kelompok mahasiswa yang berasal dari latar belakang kampus berbeda dapat berdiri bersama dalam satu gerakan kemanusiaan.
Mereka menyatukan langkah untuk tujuan yang sama, yaitu membantu korban gempa di Flores Tanah kelahiran. Dana yang berhasil dihimpun nantinya akan disalurkan untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa.
Bantuan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan sedikit meringankan beban mereka dalam menghadapi situasi pascabencana.
Gempa mungkin terjadi jauh dari Kota Malang, tetapi rasa kepedulian tidak mengenal jarak. Dari Malang, mahasiswa Nagekeo memilih untuk bergerak dan menunjukkan bahwa saudara di Flores tidak sendirian.
Sebab dalam keadaan sulit, yang paling dibutuhkan bukan hanya bantuan, tetapi juga kehadiran dan kepedulian dari orang-orang yang masih mengingat mereka.
Dari Malang untuk Tanah Kelahiran Flores. Dari kepedulian menjadi gerakan, dari persaudaraan lahir sebuah aksi untuk membantu mereka yang sedang terdampak bencana. (Rel)

