TALIABU | MIMBARRAKYAT.CO.ID – Menghadapi badai politik global yang dinilai akan berdampak buruk terhadap ekonomi Indonesia ke depan, sumber penerimaan tetap (Gaji) menjadi harapan masyarakat untuk dapat melangsungkan kehidupan dan aktifitas ekonomi sehari hari.

Tak terkecuali aparat Desa Tolong, Kecamatan Lede, Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara yang baru saja menerima hak selaku aparatur desa.

Penyaluran Gaji aparat Desa Tolong yang diketahui bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) triwulan pertama tahun 2026 itu, terpantau disalurkan kepada penerima Hak secara transparan langsung oleh Kepala Desa Tolong, Sasanti Palalang.di balai pertemuan Desa setempat, Rabu (20/05/2026).

Baca Juga:  BNCT Pererat Sinergi Stakeholder Melalui Buka Puasa Bersama dan Ramah Tamah

Kepala Desa Tolong, Susanti Palalang saat dikonfirmasi di sela -sela kegiatan penyaluran tersebut mengatakan, penyaluran hak-hak perangkat desa dilakukan secara dirapel periode Januari hingga Maret tahun ini.

“Seperti biasa kali ini juga penyaluran gaji dirapel terhitung dari bulan Januari sampai maret, itu untuk aparat desa, tokoh agama /rohaniawan juga bahkan kloning servis” bebebernya.

Baca Juga:  Pemprov Sumut Dorong Ulos Mendunia, Masuk Daftar Warisan Budaya Dunia UNESCO

Susanti menegaskan setiap penerima hak memiliki kewajiban yang harus dilakukan berdasarkan tugas pokok masing masing, sehingga kepada seluruh aparat desa yang baru saja menerima hak agar semakin memantapkan kerja kerja pelayanan sesuai Tupoksi masing-masing.

“Karena hari ini hak -hak aparat desa sudah kami salur ke penerima hak masing -masing. Semoga tugas- tugas kita selaku pelayan masyarakat harus dapat kita tingkatkan, tidak harus lesu karena pelayanan di desa adalah tanggung jawab kita bersama, program program yang sudah ditetapkan agar bisa kita laksanakan sesuai dengan ketersediaan alokasi anggaran,” harapnya.

Baca Juga:  Bunda PAUD Aceh Lantik Ketua TP PKK Langsa

Ia juga mengingatkan agar menghadapi situasi global yang berdampak terhadap kelesuan mata uang Rupiah saat ini masyarakat bisa mengatur keuangan secara baik, lebih kreatif dan bijak dalam setiap aktivitas ekonomi, sebab dikhawatirkan kelesuan mata uang rupiah terhadap dolar saat ini akan berdampak terhadap lonjakan harga pasar terutama kebutuhan sehari-hari. (bro/pn)