MEDAN | MIMBARRAKYAT.CO.ID – Kementerian Kehutanan melalui UPT Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (Sumut ) bekerja sama dengan KfW Jerman terus menunjukkan komitmennya dalam upaya pemulihan ekosistem mangrove di Suaka Margasatwa Karang Gading dan Langkat, Provinsi Sumatera Utara dengan total luasan mencapai 300 ha pada tahun 2025.
Untuk mencapai kegiatan pemulihan ekosistem seluas 300 ha di SM Karang Gading dan Langkat Timur Laut, sejumlah kegiatan telah dilaksanakan antara lain :
Eradikasi tanaman sawit seluas 100 ha di dalam kawasan SM Karang Gading dan Langkat Timur Laut guna mengembalikan fungsi kawasan sebagai kawasan konservasi mangrove.
Patroli kawasan secara rutin sebagai upaya pengamanan kawasan dan pencegahan terhadap gangguan yang berpotensi merusak ekosistem.
Kajian Kualitas mangrove alami dan penilaian keberhasilan mangrove sebagai dasar ilmiah dalam pemulihan ekosistem mangrove.
Pelaksanaan Persetujuan Atas Dasar Informasi di Awal Tanpa Paksaan (PADIATAPA) sebagai bentuk perlindungan terhadap hak masyarakat adat/local atas kegiatan pemulihan ekosistem yang dilakukan di SM Karang Gading dan Langkat Timur Laut.
Mangrove merupakan bagian penting dari ekosistem lahan basah yang berada di wilayah pesisir dan dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Ekosistem ini berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan dengan menahan sedimen, mengurangi abrasi pantai, Selain itu, mangrove juga berfungsi sebagai menjadi habitat flora dan fauna, mampu menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar sehingga berkontribusi terhadap mitigasi perubahan iklim.
Dalam rangka memperingati Hari Lahan Basah Sedunia Tahun 2026 yang diperingati setiap 2 Februari 2026, Balai Besar KSDA Sumatera Utara menyelenggarakan kegiatan Running For Mangrove Conservation 5k pada tanggal 1 Februari 2026 di Lapangan Merdeka Medan, sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya lahan basah menjaga keseimbangan alam.
Kegiatan Running For Mangrove Conservation 5k yang diselenggarakan di Lapangan Merdeka Medan diikuti 300 peserta, dilanjutkan dengan kegiatan senam Zumba dan kuis edukasi tentang lahan basah dan mangrove diikuti sekitar 2.000 orang.
Tingginya jumlah partisipan menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap kegiatan olahraga yang bersifat rekreatif dan terbuka untuk umum, sehingga menjadi sarana yang tepat untuk menyebarluaskan informasi tentang Lahan Basah.
Kegiatan ini secara resmi dilepas oleh Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumatera Utara (Sumut), Novita Kusuma Wardani, S.Hut, M.AP., M.Env sebagai tanda dimulainya kegiatan dan pemberangkatan peserta Running For Mangrove Conservation 5K.
“Penyelenggaraan Running For Mangrove Conservation 5K perlu sebagai sarana edukasi kreatif yang mengkampanyekan pentingnya menjaga lahan basah sebagai ekosistem yang berperan dalam menjaga keseimbangan alam, “kata Novita Kusuma Wardani melalui Kepala Bagian Tata Usaha BBKSDA Sumut, Andar Abdi Saragih, S.Pd., M.Si dalam siaran persnya yang diterima awak media ini, Minggu (1/2/2026).
Diharapkan event ini dapat menjadi langkah awal dalam mendorong partisipasi masyarakat untuk turut menjaga dan melestarikan lahan basah di lingkungan sekitarnya.
“Melalui kegiatan ini, masyarakat juga diajak untuk berpartisipasi aktif dalam kampanye konservasi dengan cara yang sehat, inklusif, dan menyenangkan. Sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak dalam mendukung pengelolaan pelestarian lahan basah yang berkelanjutan, “sebutnya.
Melalui momentum Hari Lahan Basah Sedunia 2026, Balai Besar KSDA Sumatera Utara terus mendorong pemulihan ekosistem lahan basah mangrove sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem secara berkelanjutan bagi generasi kini dan mendatang. (sarwo/red)

