KOTA BIMA | MIMBARRAKYAT.CO.ID – Universitas Nggusuwaru (UNSWA) menggelar Wisuda Sarjana Tahun 2026 pada Rabu (21/10/2026) di Auditorium M Djafar Amyn, Kota Bima.
Wisuda tahun ini menjadi momentum bagi kampus untuk menegaskan identitas pendidikan yang berakar pada kearifan lokal.
Hadir memberikan sambutan pembuka (open speech), Prof. Dr. Mulyoto Pangestu, PhD, dosen sekaligus manajer laboratorium dan Koordinator Master of Reproductive Sciences di Monash Clinical School, Monash University, Australia.
Dalam orasi ilmiah bertema “Berakar pada Nggusuwaru, Berinovasi di Era Digital, dan Berjuta Dampak”, Prof. Mulyoto menekankan pentingnya melahirkan lulusan yang unggul secara global tanpa kehilangan akar budaya.
“Wisudawan harus menjadi generasi yang unggul, inovatif, berintegritas, dan berdampak. Berakar pada Nggusuwaru, tapi berinovasi di era digital,” ujarnya di hadapan para wisudawan.
Prof. Mulyoto juga membuka peluang kerja sama strategis antara UNSWA dan Monash University, Australia, dalam pengembangan akademik dan riset.
Penguatan nilai Nggusuwaru sebagai fondasi karakter dilanjutkan oleh orator ilmiah Dr. Hamidzukri, S.H., M.Hum. Dalam orasinya, ia mengulas filosofi Nggusuwaru sebagai pedoman pembentukan karakter generasi muda.
Menurut Hamidzukri, nilai Nggusuwaru bertumpu pada dua aspek utama, yakni malu dan takut. Malu berbuat tercela dan takut melanggar nilai kebenaran menjadi pedoman dalam membentuk pribadi yang berintegritas.
“Melalui nilai Nggusuwaru, kita bisa mencegah ancaman dan degradasi karakter generasi muda. Ini bukan sekadar budaya, tetapi nilai spiritual yang membentuk pribadi,” tegasnya.
Dukungan terhadap langkah UNSWA juga disampaikan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII. Mewakili kepala lembaga, Kepala Bagian Umum Dr. Ir. I Nyoman Bagus Suweta Nugraha, S.Kom., M.T., menyampaikan apresiasi terhadap upaya kampus mengangkat nilai budaya lokal sebagai identitas pendidikan.
Ia menilai Nggusuwaru berpotensi menjadi pembeda sekaligus keunggulan UNSWA dalam membangun karakter mahasiswa.
“Nilai Nggusuwaru ini bisa menjadi pembeda, seperti halnya nilai Mahabrata di Bali yang menjadi kekuatan identitas kampus. Ini akan meningkatkan kualitas kampus. Kami juga mendorong kerja sama dengan pemerintah daerah untuk implementasi nilai ini,” katanya.
Sementara itu, Perwakilan Pengurus Yayasan Pengajaran dan Ilmu Pendidikan Bima, Martinus Laba Uung, berpesan agar para lulusan menjadikan Nggusuwaru sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
“Jadikan Nggusuwaru sebagai senjata ampuh menghadapi masalah. Nggusuwaru mengajarkan kita menjadi pribadi yang baik, berilmu, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi orang lain,” ujarnya.
Ia menambahkan, Yayasan Pengajaran dan Ilmu Pendidikan Bima berharap para wisudawan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, jujur, mandiri, kreatif, dan mampu bersaing tanpa melupakan budaya serta nilai-nilai luhur daerah.
“Jangan mengejar kesuksesan untuk diri sendiri. Bantulah orang lain dan ikut membangun daerah yang kita cintai,” tutupnya.
Wisuda UNSWA 2026 menjadi momentum bagi kampus untuk menegaskan peran nilai Nggusuwaru dalam pendidikan karakter, sekaligus mendorong para lulusan mengembangkan ilmu pengetahuan, menjaga integritas, dan berkontribusi bagi masyarakat serta pembangunan daerah. (Rel)

