JAKARTA | MIMBARRAKYAT.CO.ID – PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (Batavia), salah satu perusahaan Manajer Investasi terbesar di Indonesia meraih peringkat tertinggi dalam penilaian manajer investasi oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Peringkat tertinggi juga diraih oleh tiga Reksa Dana kelolaan Batavia yang diikutsertakan dalam penilaian tersebut. Batavia memperoleh peringkat idMIA-1, yang mencerminkan kemampuan dan kualitas pengelolaan dana perusahaan pada kategori Superior atau tertinggi.

Sementara itu, tiga Reksa Dana yang diikutsertakan dalam penilaian, yaitu Batavia Dana Kas Maxima, Batavia Dana Obligasi Ultima, dan Batavia Obligasi Negara Indonesia, masing-masing memperoleh penilaian kualitas kredit tertinggi, yaitu idAAA(f), dengan klasifikasi volatilitas yang berbeda sesuai karakteristik produk.

Hasil penilaian idAAA(f) mencerminkan tingkat proteksi superior terhadap risiko kerugian akibat kemungkinan gagal bayar aset efek dalam portofolio Reksa Dana.

Lilis Setiadi, Presiden Direktur Batavia, mengatakan, kepercayaan investor dibangun melalui transparansi. Sejalan dengan POJK Nomor 15 Tahun 2025, kami meyakini bahwa masyarakat perlu mendapatkan informasi yang transparan mengenai Manajer Investasi dan produk Reksa Dana sebelum mengambil keputusan investasi.

Oleh karena itu, kami menjalani penilaian independen oleh Pefindo sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi sekaligus upaya memberikan referensi yang objektif bagi masyarakat.

Baca Juga:  Wali Kota Medan Pastikan Pelayanan Maksimal Selama Mudik Lebaran 2026

Bagi kami, hasil penilaian bukan sekedar peringkat, tetapi validasi independen atas kualitas Batavia dan produk yang kami kelola. Kami berharap hasil penilaian ini dapat membantu masyarakat dalam mengambil keputusan investasi secara bijak, terukur, dan cermat, sekaligus mendukung industri investasi yang semakin transparan dan terpercaya,”terangnya dalam press releasenya yang diterima awak media ini via email, Rabu (21/10/2026).

Penilaian Manajer Investasi oleh Pefindo mempertimbangkan berbagai aspek, antara lain pertumbuhan dan stabilitas dana kelolaan, kinerja dan volatilitas produk, kesehatan keuangan perusahaan, manajemen risiko, proses investasi, kualitas riset dan analisis, infrastruktur dan operasional, kualitas tim investasi, serta kualitas layanan nasabah.

Adapun penilaian Reksa Dana mencakup kinerja dan volatilitas, serta kualitas portofolio yang meliputi aspek konsentrasi dan likuiditas. Dari tiga Reksa Dana Batavia yang diikutsertakan dalam penilaian, seluruhnya meraih peringkat tertinggi idAAA(f).

Ketiga produk tersebut memiliki fokus investasi yang berbeda. Batavia Dana Kas Maxima merupakan Reksa Dana pasar uang yang berfokus pada instrumen pasar uang dan efek utang dengan jatuh tempo tidak lebih dari satu tahun.

Baca Juga:  Bobby Nasution Apresiasi Kemenangan Meyakinkan Timnas U19 Atas Myanmar, Atmosfer Stadion Sumut Dinilai Jadi Kekuatan Tambahan

Produk ini bertujuan mengoptimalkan pertumbuhan dana dan menjaga likuiditas, dengan tetap mempertahankan nilai modal. Reksa dana ini memperoleh peringkat idAAA(f) dari Pefindo.

Dana kelolaan (Asset Under Management/AUM) Reksa Dana ini per 30 September 2026 mencapai Rp13,4 triliun, dan menjadikannya sebagai Reksa Dana pasar uang terbesar di Indonesia.

Batavia Dana Obligasi Ultima merupakan Reksa Dana pendapatan tetap yang berinvestasi pada efek utang yang diterbitkan pemerintah Republik Indonesia dan/atau korporasi.

Produk ini bertujuan mengoptimalkan pertumbuhan dana dengan tetap mempertahankan nilai modal dalam jangka menengah. Pefindo memberikan peringkat idAAA(f)/S2, yang menunjukkan volatilitas rendah hingga moderat.

Batavia Dana Obligasi Ultima mencatatkan kinerja akumulatif sebesar 11,61% untuk periode 3 tahun hingga akhir September 2026. Batavia Obligasi Negara Indonesia merupakan reksa dana pendapatan tetap yang berfokus pada obligasi pemerintah Republik Indonesia, dengan tujuan mengoptimalkan pertumbuhan dana dalam jangka menengah.

Produk ini meraih peringkat idAAA(f)/S3 dari Pefindo, yang mencerminkan kualitas kredit tertinggi dengan volatilitas moderat. Batavia Obligasi Negara Indonesia mencatatkan kinerja akumulatif sebesar 12,65% untuk periode 3 tahun hingga akhir September 2026.

Baca Juga:  Duo Versi Ford : 2 Karakter, 1 Mesin Beda Cerita

Hasil penilaian ini semakin mendorong Batavia untuk terus memperkuat kualitas pengelolaan investasi, tata kelola, transparansi, dan layanan nasabah sebagai bagian dari komitmen menjaga kepercayaan investor.

Pencapaian Hingga Kuartal 3 – 2026 Per akhir September 2026, total dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) Batavia mencapai Rp56,4 triliun, tumbuh 14,3% dibandingkan akhir 2025.

Pertumbuhan ini ditopang oleh AUM Reksa Dana yang meningkat 23,9%, dari Rp38,3 triliun menjadi Rp47,4 triliun. Kinerja positif ini tercatat di tengah kontraksi AUM industri Reksa Dana sebesar 5,6%, dari Rp679,2 triliun menjadi RP641,1 triliun pada periode yang sama.

Dari sisi penambahan produk dan layanan baru, Batavia berhasil menerbitkan 8 buah Reksa Dana baru terdiri dari 7 Reksa Dana onshore dan satu buah Reksa Dana sharia offshore, dan 1 kontrak baru Pengelolaan Dana Nasabah Individual.

Sebagai salah satu bentuk inovasi dan diversifikasi portofolio produk, Batavia juga telah menerbitkan ETF Emas.

Dengan fondasi yang kuat, Batavia menargetkan pertumbuhan yang berkelanjutan pada 2027, didukung oleh penguatan kinerja produk, perluasan basis investor, serta pengembangan distribusi yang berkelanjutan. (Rel)