MEDAN | MIMBARRAKYAT.CO.ID – Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut), Surya mengapresiasi kontribusi Universitas Sumatera Utara (USU) dalam memajukan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pembangunan di Sumut.

Kontribusi tersebut diwujudkan melalui peningkatan mutu pendidikan sumber daya manusia (SDM), riset unggulan daerah, pemberdayaan masyarakat, hingga sinergi kebijakan bersama pemerintah.

Hal itu disampaikan Surya pada Sidang Terbuka Dies Natalis ke-74 USU yang digelar di Auditorium USU, Jalan Dr Mansyur, Kota Medan, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USU yang juga Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman, Forkopimda Sumut, Anggota DPR RI, guru besar, Rektor Perguruan Tinggi, sejumlah Kepala Daerah Kabupaten/Kota, serta civitas akademika USU.

Surya menyampaikan, tema Dies Natalis ke-74 USU, “Listening to Science for Global Impact”, sangat relevan dengan kondisi saat ini. Menurutnya, tema tersebut membawa pesan bahwa ilmu pengetahuan harus menjadi salah satu landasan dalam memahami berbagai persoalan sekaligus mengambil keputusan.

Baca Juga:  Pemprov Sumut Gelar Lansia Mengaji Untuk Sumut Berkah

“Pentingnya riset, inovasi, kolaborasi lintas disiplin, serta kebijakan berbasis bukti agar ilmu pengetahuan tidak hanya bermanfaat secara lokal, tetapi juga mampu memberikan kontribusi pada tingkat global. Bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, perguruan tinggi adalah mitra strategis pemerintah dalam pembangunan,” ucapnya.

Ia mengatakan, penelitian dapat diterjemahkan menjadi solusi, inovasi, rekomendasi kebijakan, bahkan kegiatan ekonomi baru yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Karena itu, Surya mengajak USU untuk semakin memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, Pemerintah Kabupaten/Kota, dunia usaha dan industri, komunitas, serta seluruh elemen masyarakat.

“Riset jangan berhenti di ruang akademik. Inovasi jangan berhenti menjadi prototipe. Gagasan jangan berhenti dalam forum seminar,” ucapnya.

Baca Juga:  Pantau Hilal di OIF UMSU, Rico Waas Ajak Warga Medan Saling Menghormati Perbedaan Awal Puasa

Surya berharap, semakin tinggi USU melangkah di tingkat global, semakin besar pula manfaat yang dirasakan masyarakat Sumatera Utara. Ia juga mengucapkan selamat Dies Natalis ke-74 kepada USU.

“Teruslah menjadi rumah bagi ilmu pengetahuan, tempat lahirnya inovasi, serta mitra strategis dalam membangun Sumatera Utara,” pungkasnya.

Sementara itu, Rektor USU Muryanto Amin menyampaikan bahwa tema Dies Natalis ke-74, “Listening to Science for Global Impact”, dimaknai sebagai pesan bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya digunakan di ruang kuliah, laboratorium, dan yudikasi, tetapi juga harus mampu menjawab persoalan keseharian yang dihadapi masyarakat, seperti pangan dan energi, lingkungan, kesehatan, SDM, serta menumbuhkan sentra-sentra ekonomi baru.

Menurutnya, makna ‘global impact’ bukan berarti meninggalkan persoalan yang ada di sekitar, melainkan dimulai dari kemampuan menyelesaikan persoalan yang terjadi di masyarakat, mengubah pengetahuan menjadi manfaat, dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Baca Juga:  Semangat Bela Negara Kekuatan Rakyat Jaga Keutuhan & Kemajuan Bangsa

“USU saat ini mengelola 42.724 mahasiswa, 1.595 dosen, 2.346 tenaga kependidikan, 272.196 alumni. Selain itu USU juga memiliki 325 dosen asing, 518 mahasiswa asing yang turut memperkuat proses internasionalisasi di universitas,” ucapnya.

Ia mengatakan, USU juga melakukan penguatan kapasitas daerah melalui kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumut dan pemerintah kabupaten/kota, khususnya di Kepulauan Nias.

Di bidang pendidikan, USU mendirikan dua program studi di luar kampus di Kabupaten Nias Utara, yakni Program Studi S-1 Agroteknologi dan Manajemen Sumber Daya Perairan pada Fakultas Pertanian.

“USU juga berkolabroasi denga Pemprov Sumut dalam pemberian beasiswa dan tambahan kuota, serta menyediakan SDM di bidang kesehatan untuk mengatasi penyakit tubercolosis, stunting, serta penanangan banjir yang terjadi di sejumlah daerah,” pungkas Muryanto. (**)