TALIABU | MIMBARRAKYAT.CO.ID – Untuk mengantisipasi potensi meluapnya air di saat musim hujan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara melakukan aksi maraton pembersihan sampah di sejumlah titik drainase krusial yang mengalami penumpukan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas LH Kabupaten Pulau Taliabu, Qomar Arief Madi mengatakan, langkah taktis ini diambil sebagai komitmen nyata DLH dalam menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus memastikan sistem drainase kota berfungsi optimal saat debit air meningkat.
“Kami mengimbau sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Kebersihan Kota Bobong adalah tanggung jawab kita bersama,” kata Qomar Arief Madi, Minggu (24/05/2026) via WhatsApp.
Dalam aksi bersih-bersih tersebut, tim lapangan DLH menemukan berbagai jenis sampah domestik yang menyumbat saluran air, mulai dari limbah plastik, botol minuman, styrofoam hingga sampah rumah tangga lainnya.
Kondisi ini dinilai memprihatinkan karena selain menyumbat aliran air, juga berpotensi memicu pencemaran lingkungan dan sarang penyakit.

Pembersihan dilakukan secara bertahap di beberapa titik, meski proses evakuasi sampah sempat terkendala oleh kondisi cuaca yang kurang mendukung, para petugas kebersihan tetap gigih menuntaskan penormalan saluran air demi kenyamanan warga kota.
Menyikapi temuan di lapangan, Kadis menekankan, kerja keras petugas tidak akan memberikan dampak jangka panjang tanpa adanya perubahan perilaku dari masyarakat.
“Kebiasaan membuang sampah sembarangan ke saluran air hanya akan memperparah risiko banjir dan menyulitkan proses penanganan, terutama di tengah cuaca ekstrem saat ini,”tandasnya.
Dirinya mengajak seluruh warga Kota Bobong untuk segera menghentikan kebiasaan membuang sampah ke selokan, membudayakan pembuangan sampah pada tempat yang telah disediakan, serta aktif menjaga kebersihan di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
“Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan warga, diharapkan Kota Bobong dapat mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, serta bebas dari ancaman genangan air,” pungkasnya mengakhiri penjelasannya. (Bumay)

