BERINVESTASI kini semakin mudah dijangkau oleh siapa saja, termasuk bagi pemula. Namun bagi masyarakat pemula yang memiliki modal kecil, berinvestasi di Reksa Dana merupakan salah satu pilihan yang sangat tepat.

Selain sudah pasti bisa cuan, berinvestasi di Reksa Dana ternyata mudah/praktis dan aman. Bahkan di Reksa Dana itu sendiri, pemodal diberikan pilihan dalam memilih jenis investasinya seperti salahsatunya Reksa Dana Pasar Uang. ‎‎           

Apa itu Reksa Dana Pasar Uang‎‎

Reksa dana pasar uang (RDPU) adalah salah satu instrumen investasi yang populer di kalangan masyarakat Indonesia. Reksa dana pasar uang adalah jenis reksa dana yang hanya melakukan investasi pada instrumen pasar uang.

Berdasarkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 47/POJK.04/2015, Reksa Dana ini berinvestasi dalam berbagai instrumen seperti deposito, Sertifikat Utang Negara (SUN), Sertifikat Bank Indonesia (SBI), obligasi, dan sukuk.

‎‎Berinvestasi di Reksa Dana Pasar Uang Dengan Modal Kecil‎‎

Bagi seorang pemula, salahsatu jenis investasi yang cocok dan cukup mudah, aman dan bisa mendapatkan cuan adalah berinvestasi di Reksa Dana Pasar Uang.

Di jenis investasi ini, pemodal bisa memulai berinvestasi hanya dengan modal minimal Rp10.000. Sebab, memulai investasi dengan nominal kecil biasanya menjadi pilihan bagi pemodal yang baru memulai mencoba berinvestasi.

Dimana hal itu biasanya mereka lakukan selain untuk coba -coba berinvestasi juga bisa sembari belajar agar bisa lebih mengetahui, serta memahami secara pasti cara berinvestasinya tersebut.

Namun tentu kita ketahui bersama, bila berinvestasi dengan jumlah modal yang kecil maka keuntungan yang diraih nanti tidaklah sama dengan yang memulai investasi dengan jumlah modal yang besar.‎‎ 

Bisa Dapat Keuntungan/ Laba (Cuan) dan Aman

‎‎Kemudian kelebihan yang ada di Reksa Dana Pasar Uang itu sendiri bagi pemula dalam pengambilan keuntungannya/cuan bisa dilakukan kapan saja tanpa harus kena denda sepeser pun dan aman.

Sebab, Reksa Dana adalah instrumen investasi legal yang tercatat di Indonesia dan diawasi ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). ‎‎

Industri Reksa Dana di Indonesia Meningkat

‎‎Informasi soal berinvestasi di Reksa Dana yang sudah pasti aman dan nyaman untuk dijadikan pilihan berinvestasi bagi pemula semakin terang benderang ketika disampaikan para narasumber yang hadir di acara program Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana APRDI di tahun 2026 (SOSEDU APRDI 2026) kepada sejumlah wartawan/ jurnalis yang digelar di Kantor OJK Perwakilan Provinsi Sumut di Jalan Gatot Subroto, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Selasa (14/4/2026) sekira pukul 15.30 WIB.

Dari para narasumber yang hadir yakni Ketua Presidium Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana & Investasi Indonesia (APRDI),  Lolita Liliana, Manajer Senior Departemen Pengawasan Pengelolaan Investasi dan Pasar Modal Regional OJK, Adynitra Ananta, Team Leader PT Panin Asset Management, Clara Vlorentina dan dari  Associate Director Sales Marketing PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur), Endang Cahyani itupun terungkap bahwasanya Dana kelolaan (AUM) industri Reksa Dana di Indonesia pada akhir tahun 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 35,06% menjadi sebesar Rp 679,24 Triliun jika dibandingkan akhir tahun 2024 sebesar Rp 502,92 Triliun.

Sedangkan secara total dana kelolaan investasi mengalami kenaikan sebesar 25,19% dari Rp 804,87 Triliun pada akhir 2024 menjadi Rp 1.007,65 Triliun pada akhir 2025.

Pertumbuhan AUM Reksa Dana yang paling tinggi di tahun 2025 adalah jenis Reksa Dana Pendapatan Tetap dilanjutkan dengan jenis Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Teproteksi dan Reksa Dana Saham. ‎

Adapun kinerja Reksa Dana tertinggi berdasarkan indeks Reksa Dana dari data Pasardana.id pada akhir tahun 2025 adalah Reksa Dana Saham sebesar 17,23%, Reksa Dana Campuran 12,48%, lalu Reksa Dana Pendapatan Tetap sebesar 6,96%, dan Reksa Dana ‎Pasar Uang sebesar 3,18%.

Pencapaian kinerja Reksa Dana Saham ini sejalan dengan kinerja positif pasar saham Indonesia yang  ditandai dengan pertumbuhan IHSG di tahun 2025 sebesar 22,13%.

Sedangkan dari sisi jumlah investor Reksa Dana terus menunjukkan tren peningkatan, dimana berdasarkan data SID dari KSEI ‎hingga akhir tahun 2025 adalah sebanyak 19,2 juta SID, tumbuh sebesar 3,23% dari 18,6 juta SID di akhir tahun 2024.‎

Yang menarik dari jumlah investor tersebut didominasi investor muda yang berusia di bawah 30 tahun yang mencapai 54,24% dari total investor.

Hal ini menunjukkan semakin banyak generasi muda Indonesia yang paham berinvestasi dan sudah memulainya‎sejak usia muda. Maka dari itu sudah saatnya kita untuk berinvestasi di Reksa Dana. (sarwo)‎‎‎‎‎