TALIABU| MIMBARRAKYAT.CO.ID – Respons cepat ditunjukkan Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Mus saat melakukan Kunjungan kerja (Kunker) di Desa Samuya, Kecamatan Taliabu Timur, Kamis (19/03/2026) lalu.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati menemukan seorang ibu muda berinisial Ny AL yang hamil di bawah umur dengan kondisi kesehatan berisiko tinggi dan membutuhkan penanganan medis segera.

Diketahui, Ny AL memiliki kondisi tubuh rentan dengan berat badan 43 kilogram dan tinggi 144 sentimeter, serta mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK). Kondisi ini membuat proses persalinannya tergolong berisiko tinggi.

Menindaklanjuti hal tersebut, Bupati Sashabila Mus langsung menginstruksikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulau Taliabu untuk segera merujuk pasien ke RSUD Bobong agar mendapatkan penanganan intensif dari tenaga medis.

Pasien tiba di RSUD Bobong sekira pukul 00.30 WIT dalam kondisi mengeluhkan nyeri hebat disertai perdarahan. Tim medis kemudian bergerak cepat memberikan penanganan intensif.

Setelah melalui proses persalinan yang cukup menegangkan, pada pukul 12.15 WIT, ibu tersebut akhirnya berhasil melahirkan bayi perempuan dengan berat 2.600 gram dan panjang 47 sentimeter.

Bayi lahir dalam kondisi sehat, dan sang ibu juga dinyatakan selamat, Kamis (02/04/2026).

Tidak hanya memastikan penanganan medis, Bupati juga memerintahkan agar seluruh kebutuhan selama proses rujukan hingga persalinan ditanggung oleh pemerintah daerah.

Mulai dari biaya transportasi bagi keluarga pendamping, tempat tinggal sementara, hingga kebutuhan ibu selama masa perawatan, seluruhnya difasilitasi demi keselamatan ibu dan bayi.

Berkat langkah cepat, koordinasi yang sigap, serta dukungan penuh pemerintah daerah, proses persalinan berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Bupati Sashabila Mus menegaskan bahwa keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama pemerintah.

“Bagi saya, setiap nyawa masyarakat adalah tanggung jawab yang tidak bisa ditunda. Pemerintah harus hadir bukan hanya saat keadaan aman, tetapi justru di saat paling genting, ketika harapan hampir hilang. Kita tidak boleh lambat, tidak boleh ragu. Keselamatan ibu dan anak adalah masa depan daerah ini, dan sudah menjadi kewajiban kita untuk memastikan mereka mendapatkan pelayanan terbaik tanpa memandang latar belakang dan kondisi,”tandasnya.

Ia juga menambahkan, Tidak boleh ada nyawa melayang hanya karena lambatnya tindakan. Pemerintah harus bergerak cepat, tegas, dan tanpa alasan saat rakyat membutuhkan pertolongan.

Peristiwa ini menjadi bukti nyata kehadiran Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan darurat. (Bumay)