TALIABU| MIMBARRAKYAT.CO.ID – Perselisihan antar 2 kelompok remaja berujung terjadinya tawuran di lokasi wisata Air Kali Kabuta, Kecamatan Tabona, Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara (Malut), Sabtu (21/3/2026).

Tak elak, pengunjung lainnya di lokasi wisata itu untuk menikmati liburan Hari Raya Idulfitri 1447 H sempat ketakutan.

Namun untungnya, perkelahian itupun berhasil dilerai dengan cepat oleh petugas keamanan dibantu masyarakat setempat.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Selasa (24/3/2025) sore, aksi perselisihan yang berujung dengan perkelahian/ tawuran itu berawal dari adanya sekelompok remaja dari Kecamatan Tabona, Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Malut yang sedang menikmati suasana Hari Raya Idulfitri 1447 H di lokasi Air Kali Kabuta.

Baca Juga:  Pj Bupati Aceh Timur Hadiri Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Terpilih

Kemudian 2 orang remaja berinisial L dan M asal Desa Maluli, Kecamatan Taliabu Selatan, Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Malut memanggil seorang remaja asal Kecamatan Tabona berinisial A untuk menghampirinya yang berada di seberang Air Kali Kabuta dengan alasan untuk bersalaman sembari bermaaf-maafan di momen hari lebaran.

Di saat itu, tiba-tiba saja ada 2 orang remaja asal Desa Maluli datang sambil boncengan menggunakan sepeda motor Honda Beat yang nyaris menabrak si remaja asal Desa Tabona tersebut.

Lantas 1 dari 2 remaja yang baru saja datang itupun langsung mengancamnya sembari mengambil batu dan melemparkannya ke arah sekumpulan anak-anak remaja asal Desa Tabona yang sedang duduk di pinggiran Air Kali Kabuta yang posisinya berada di seberang sambil berteriak mengajak berkelahi.

Baca Juga:  Pemkab Taliabu Bayarkan THR dan Gaji Ke-13 Kepada PNS dan PPPK

Teriakan tantangan yang dilontarkan pria remaja berinisial LM asal Desa Maluli inipun membuat remaja asal Desa Tabona langsung meresponnya dengan cara melemparkan batu disertai ejekan.

Diduga kalah jumlah, para remaja asal Desa Maluli inipun langsung pergi meninggalkan lokasi wisata itu. Namun tidak lama berselang, mereka pun kembali ke lokasi dengan jumlah yang lebih banyak sehingga perkelahian pun tidak terhindar.

Tak berselang lama kemudian, petugas kepolisian dan Babinsa setempat langsung melerai aksi tawuran itu. Hingga akhirnya massa dari kedua pihak yang bertikai berhasil ditenangkan dan diimbau untuk pulang ke rumahnya masing-masing.

Baca Juga:  Deras dan Angin Kencang Landa Medan, Rico Waas Gerak Cepat Pastikan Keselamatan Warga

“Kami berharap pihak Kepolisian segera menangkap terduga pelaku provokator keributan yang berinisial LM, serta meminta yang bersangkutan untuk mengganti kerugian kedua belah pihak atas insiden yang ditimbulkan olehnya, “imbuh Ketua Pemuda Desa Tabona, Arman Ode A saat ditanya awak media.

Terduga provokator ini dicurigai memiliki dendam terhadap pemuda asal Desa Tabona, sehingga dengan sengaja melakukan provokasi di lokasi wisata tersebut.

“Akibat insiden ini setidaknya terdapat beberapa korban luka dan lebam dari kedua belah pihak serta kerusakan kendaraan dari pihak pemuda asal Desa Maluli, ” pungkas Arman Ode A mengakhiri penjelasannya. (Bumay)