JAKARTA | MIMBARRAKYAT.CO.ID – Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) jumlah orang dengan obesitas cenderung terus meningkat.
Pada 2022, 43% orang dewasa usia 18 tahun ke atas mengalami kelebihan berat badan dan 16% obedx kjsitas. Kemudian, pada 2024, 35 juta anak di bawah usia 5 tahun mengalami kelebihan berat badan.
Sementara obesitas menyebabkan penyakit tidak menular seperti kardiovaskular, diabetes, kanker, gangguan neurologis, penyakit pernapasan kronis, dan gangguan pencernaan.
Menjawab permasalahan peningkatan prevalensi obesitas di Indonesia, PT Kimia Farma Apotek (KFA), PT Kimia Farma Diagnostika (KFD), dan PT Novo Nordisk Indonesia (Novo Nordisk) melakukan kolaborasi strategis untuk inovasi layanan manajemen berat badan (Weight Management Program).
Selain itu, kerja sama ini juga menjadi bagian dari transformasi strategis KFD dalam memperluas perannya sebagai mitra kesehatan yang proaktif, preventif, dan edukatif bagi masyarakat.
Pada 13 Februari 2026, Klinik Utama Kimia Farma resmi melakukan Soft Launching layanan Weight Management Program, sebuah layanan inovatif untuk penanganan obesitas.
Program ini dirancang sebagai solusi komprehensif berbasis sains untuk membantu masyarakat mengelola berat badan secara sehat, aman, dan berkelanjutan.
Kehadiran layanan ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran bahwa obesitas merupakan penyakit kronis yang membutuhkan penanganan medis serius, bukan sekadar persoalan estetika.
Melalui kolaborasi ini, masyarakat kini memiliki akses terhadap layanan manajemen berat badan yang terintegrasi, mulai dari skrining kesehatan, pemeriksaan diagnostik, konsultasi medis, hingga terapi berbasis bukti ilmiah.
Inisiatif ini sekaligus memperkuat sinergi antara BUMN kesehatan dan mitra farmasi global dalam menghadirkan inovasi layanan kesehatan yang modern dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup.
Arie Genipa, Direktur Utama Kimia Farma Diagnostika (KFD), menyampaikan bahwa, peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat Indonesia adalah komitmen utama Kimia Farma Diagnostika.
“Dengan hadirnya layanan Weight Management Program yang berkolaborasi dengan Kimia Farma Apotek dan Novo Nordisk, kami menghadirkan solusi terintegrasi dan berbasis bukti ilmiah untuk membantu masyarakat mengatasi obesitas secara sehat, terukur, dan berkelanjutan,”ungkapnya, Minggu (15/2/2026).
Sementara itu, Junus Koswara selaku Plt. Direktur Utama Kimia Farma Apotek (KFA) menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas akses layanan kesehatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
“Obesitas bukan sekadar isu berat badan, tetapi faktor risiko berbagai penyakit kronis. Melalui kolaborasi ini, Kimia Farma Apotek ingin mempermudah masyarakat mendapatkan layanan manajemen berat badan yang komprehensif dalam satu ekosistem layanan kesehatan yang terintegrasi. Kami berharap program ini membantu masyarakat mengambil langkah nyata menuju hidup yang lebih sehat dan berkualitas,” ujar Junus.
Acara Soft Launching layanan Weight Management Program dibuka oleh drg. Purwanti Amingsih, MARS., MPM., Ph.D., Direktur Operasional KFD di Klinik Kimia Farma Kebayoran Lama dan layanan ini dapat dinikmati di 10 titik Klinik Kimia Farma.
Kolaborasi ini menegaskan komitmen bersama dalam membangun platform layanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada edukasi dan pencegahan. Dengan pendekatan holistik, Weight Management Program diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam menekan angka obesitas sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. (***)

