TALIABU | MIMBARRAKYAT.CO.ID – Bupati Sashabila Mus yang diwakilkan Pj Sekda Pulau Taliabu, Ma’aruf mengatakan bahwa Tahun 2025 menjadi sebuah tonggak penting, HKN ke-61 ini bukan hanya sekadar peringatan, tetapi sebuah refleksi mendalam sekaligus proyeksi untuk melompat ke masa depan.
“Tema yang kita usung “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat” menegaskan komitmen dan arah pembangunan kesehatan kita. Ini adalah sebuah pesan yang jelas, investasi terbesar bagi kejayaan bangsa ini adalah investasi pada kesehatan generasi mudanya,” tuturnya.
“Generasi Sehat” yang kita cita-citakan bukan sekadar generasi yang terbebas dari penyakit. la adalah generasi yang tangguh secara fisik, gesit secara mental, berakhlak mulia, dan berdaya saing tinggi.
Mereka adalah anak-anak yang terlahir dari ibu-ibu yang sehat, tumbuh dengan gizi yang optimal, lindungi dari stunting, dan mendapatkan imunisasi lengkap. Mereka adalah remaja yang berpengetahuan.
Tertindas dari risiko anemia, triple burden of malnutition (kurang gizi, kelebihan gizi dan kekurangan mikronutrien), serta penyalahgunaan narkoba.Mereka adalah calon-calon pemimpin masa depan yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045
Namun, cita-cita mulia ini tidak akan terwujud dengan sendirinya. Tantangan yang kita hadapi semakin kompleks. Mulai dari transisi epidemiologi, ancaman penyakit menular dan tidak menular, dampak perubahan iklim terhadap kesehatan, hingga pesatnya perkembangan teknologi yang membawa dua sisi mata uang: peluang dan tantangan.
Oleh karena itu, pada momentum HKN ke-61 ini, Pj Sekda Taliabu juga ingin menegaskan beberapa hal kunci di antaranya adalah Pertama, Penguatan Fondasi Kesehatan Sejak Dini.
“Kita harus memastikan bahwa setiap anak Indonesia mendapatkan layanan kesehatan yang Komprehensif, mulai dari 1.000 Hari Pertama Kehidupan (MPK), pemberian ASI eksklusif, imunisasi dasar dan pemantauan tumbuh kembang, “ungkapnya.
Kedua, Transformasi Layanan Kesehatan Primer, Puskesmas dan fasilitas kesehatan tingkat pertama lainnya harus menjadi ujung tombak yang kuat,pro-aktif, dan dekat dengan masyarakat.
“Transformasi digital kesehatan harus dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan, mempermudah akses dan meningkatkan kualitas layanan, termasuk untuk deteksi dini dan promosi kesehatan di sekolah dan komunitas, “sebutnya.
Ketiga, Revolusi Mental dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kesehatan adalah tanggung jawab bersama, dimulai dari diri sendiri dan keluarga.
Ke-empat, Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. “Saya mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, akademisi, media massa dan tentu saja keluarga untuk bersinergi. Kolaborasi multipihak inilah yang akan mempercepat terwujudnya Generasi Sehat Indonesia,” imbuh Pj Sekda.
Kelima, Penguatan Ketahanan Sistem Kesehatan. Kita harus terus memperkuat ketahanan sistem kesehatan nasional, termasuk ketenagakesehatan, farmasi, alat kesehatan, dan pembiayaan kesehatan, agar siap menghadapi segala bentuk guncangan dan tantangan di masa depan.
” Insan kesehatan yang saya banggakan, Kita semua adalah garda terdepan (dalam mewujudkan “Masa Depan Hebat” bagi bangsa ini. Setiap langkah kita, setiap dedikasi kita, setiap inovasi kontribusi nyata bagi kita,akan memberikan terciptanya generasi penerus yang sehat, cerdas, dan unggul, “tutupnya. (Bumay)

