LANGSA | MIMBARRAKYAT.CO.ID – Dalam upaya meningkatkan literasi keuangan syariah di kalangan generasi muda, Kelompok Studi Ekonomi Islam Zawiyah Islamic Economic (KSIE ZIE) Fakultas Syariah, Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Ekonomi Syariah (HMJ HES) Fakultas Syariah dan Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa menyelenggarakan Seminar Nasional dengan bertajuk “Mengenal Pasar Modal Syariah dan Inklusi Lifestyle Gen Z”, yang digelar di Ruang Kuliah Terpadu IAIN Langsa, Selasa (22/07/2025).

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan konsep pasar modal syariah sebagai alternatif investasi yang tidak hanya sesuai dengan prinsip-prinsip Islam, tetapi juga inklusif dan adaptif terhadap gaya hidup keuangan generasi Z.

Dalam paparannya Ketua Panitia, Muhammad Raisul Chair menyampaikan, bahwa seminar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang mekanisme investasi halal, serta mendorong kesadaran finansial Islami yang bertanggung jawab di kalangan anak muda.

Acara seminar ini menghadirkan narasumber berpengalaman di bidang keuangan dan pasar modal syariah, yaitu :

1. Derry Yustria, SE, MBA., CFP, Spesialis Pengembangan Bisnis di devisi Pasar Modal Syariah Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta.

2. Melisa, SE., Perwakilan BNI Sekuritas Cabang Banda Aceh.

“Seminar dipandu oleh dua moderator muda, Shaumi Aulia Firiana dan Nayya Fitria, yang juga memfasilitasi sesi pembuatan akun investasi syariah secara langsung bagi para peserta,”jelas Raisul.

Lanjutnya, para peserta yang mayoritas merupakan mahasiswa dan Siswa dari berbagai Sekolah Menengah Atas yang ada di Kota Langsa terlihat antusias mengikuti sesi pemaparan materi dan diskusi interaktif.

Banyak di antara mereka yang baru pertama kali mengenal pasar modal syariah dan menyatakan tertarik untuk mulai berinvestasi secara Islami.

“Melalui kegiatan ini, Fakultas Syariah IAIN Langsa berharap dapat terus berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang melek finansial, berwawasan syariah, dan siap mengambil peran dalam ekosistem ekonomi Islam di masa depan,”tandas Muhammad Raisul. (Aulia A)